Salam Dulu baru baca ^_^

Salam Dulu baru baca ^_^

Kamis, Agustus 13, 2009

Goresan




Terkadang kita terdiam
pun suatu saat kita hendak berjalan..berlari..melangkah walau tertatih
kita cari sumber bahagia pada diri
pada setiap jiwa yg kita kenal
pada setiap makhluk Tuhan
padahaL BaHagia yang sebenarnya ada di dekat kita
seLalu bersama kita

Terkadang kita tidak sadar
bahkan mungkin terLaLu sombong mengakuinya
Bahwa Nikmat yang telah Allah beri JAUH lebih banyak dari apa yg kita pinta

Nikmat terbesar adalah kita tau bahwa KiTa puNya SAUDARA
yang mau berbagi dg qt
mau mengerti qt
berbagi keluh kesah pd qt
memberi dukungan yg membuat qt percaya
bahwa sesungguhnya kita ada untuk MeReKa
bukan untuk sendiri tanpa arah
tapi untuk bersama menjaLin kisah
dg satu HaRaP
HaNya RIDHONYA

terima kasih semua
yang tLah beri senYum tuLusmu pada diri ini
yang tLah berbagi akan indahya HiDaYaHNya
yang tLah menYadarkan dhoifny jiwa ini
yang tLah ajarkanku arti keHiduPan
yang tLah ingatkanku akan dahsyatnya SyuRga
yang tLah beri warna dalam hariku
yang tLah rela meluangkan waktu kalian untukku
yang tLah memprioritaskanku dalam daftar do'amu ^_^

i'm notHing withouT aLL of YoU
HoPe Allah always give me chance to spend My Time make soMetHing Better
My LiFe so colourfuLL coz u
save Me in uR heArt n ur Mind,,FriEnd!!

Thank You ALLAH...

by : cHeBee..

BeLaJaR ILmu IkhLas

hidayah 3 Pictures, Images and Photos

"Mari ku ajarkan padamu tentang ikhlas," kata seorang guru kepada muridnya.
"Nanti saya ambilkan buku dan pena untuk menulisnya."
"Tidak sulit, bawa saja karung goni."
"Karung goni?" soal anak muridnya, seperti tidak percaya.
"Mari kita ke pasar!"

Dalam perjalanan ke pasar mereka berdua melalui jalan yang berbatu-batu.
"Ambil batu-batu yang besar dan masukkan ke dalam goni yang kamu bawa itu," kata guru itu memberi arahan.
Tanpa bicaral, anak muridnya memasukkan batu-batu besar yang mereka temui sepanjang jalan.
"Cukup?"
"Belum, isi sampai penuh karung goni itu. Lebih banyak lebih baik."

Sampai di pasar, mereka berdua tidak membeli apa-apa pun. Gurunya hanya melihat-lihat dan kemudiannya melanjutkan perjalannya.

"Guru, kita tidak beli apa-apa kah?"
"Tidak. Bukankah karung goni mu telah penuh?"
"Ya, ya..." kata murid itu sambil memikul goni yang berat itu kelelahan.
"Banyak beli barang," tegur seorang kenalan apabila melihat anak murid itu memikul guni yang berisi penuh dengan batu-batu.
"Wah, tentu mereka berdua ini orang kaya. Banyak sekali barang yang mereka beli," bisik orang lalu-lalang apabila melihat guru dan anak murid tersebut.
"Agaknya, mereka hendak buat hajatan dengan barang-barang yang banyak itu," kata orang yang lain.

Setelah sampai di tempat tinggal mereka, murid tadi meletakkan guni yang berisi batu-batu tadi.
"Oh,sungguh letih... apa yang kita akan buat dengan batu-batu ini Guru?"
"Tidak buat apa-apa."

"Eh, kalau begitu hanya letih saja saya," balas anak murid.
"Letih memang letih, tapi kamu dah belajar tentang ikhlas..."
"Bagaimana?" tanya anak murid itu kehairanan.
"Kamu dah belajar apa akibatnya tidak ikhlas dalam beramal."

"Dengan memikul batu-batu ini?"
"Ya. Batu-batu itu umpama amalan yang riya'. Tidak ikhlas. Orang memujinya seperti orang-orang di pasar tadi memuji banyaknya barang yang kamu beli. Tapi, kamu sendiri tahu itu bukan barang makanan atau keperluan tetapi hanya batu-batu..."

"Amal yang tidak ikhlas umpama batu-batu ini?"
"Ya, hanya beratnya saja yang terpaksa ditanggung. Dipuji orang, tetapi tidak ada nilainya di sisi Allah. Yang kamu dapat, hanya penat..."
"Ya, sekarang saya sudah faham apa akibat jika beramal tetapi tidak ikhlas!" ujar murid itu.
Sekarang dia sudah faham apa akibatnya RIYA' dalam beramal.

Pelajaran:

Banyak manusia tertipu dalam beramal kerana mengharapkan pujian orang. Padahal kata pujian daripada orang-orang itu tidak akan memberi manfaat pun kepadanya pada hari akhirat. Malah, mengharap pujian dari manusia hanya akan menyebabkan diri tersiksa karena terpaksa hidup dalam keadaan yang mencari perhatian orang lain. Rugi sekali orang yang tidak ikhlas, tersiksa di dunia, tersiksa di akhirat.

sumber : iluvislam.com

Rabu, Agustus 05, 2009

Surat sahabat, penghilang duka pelipur lara

saidina ali Pictures, Images and Photos

Alloh SWT berfirman [yang artinya]: “Siapakah yang lebih baik perkataannya daripada orang-orang yang menyeru kepada Alloh, mengerjakan amal shaleh dan berkata: ‘Sesungguhnya aku termasuk orang-orang Muslim [yang berserah diri]‘.” [Q.S. Fushilat ayat 33]


Alloh SWT juga berfirman [yang artinya]: “Kalian adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma’ruf dan mencegah dari yang munkar dan beriman kepada Allah…” [Q.S. Ali Imron ayat 110]


Alloh SWT juga berfirman [yang artinya]: “Dan adapun orang-rang yang bakhil dan merasa dirinya cukup [tidak mau berdo'a dan memohon kepada Alloh], serta mendustakan kebaikan-kebaikan. Maka kelak Kami akan memudahkan baginya dalam kesulitan-kesulitan.” [Q.S Al-lail ayat 8-10]


Alloh SWT juga berfirman [yang artinya]: “Serulah [manusia] kepada jalan Rabbmu dengan hikmah, dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang lebih baik.” [Q.S. An-Nahl ayat 125]


Alloh SWT juga berfirman [yang artinya]: “Hai orang-orang yang beriman, hendaklah kamu jadi orang-orang yang selalu menegakkan kebenaran karena Alloh, menjadi saksi yang adil; dan jangan sekali-kali kebencianmu terhadap sesuatu kaum, mendorong kamu untuk berlaku tidak adil, berlaku adil lah!. Karena Adil itu lebih dekat kepada taqwa, dan bertaqwalah kepada Alloh, sesungguhnya Alloh Mahamengetahui apa yang kamu kerjakan.” [Q.S. Al-Maidah ayat 8]


Rasulullah SAW. pernah bersabda: “Seandainya kalian memahami apa yang telah ku pahami, niscaya kalian akan lebih banyak menangis dan sedikit sekali tertawa. ” [H.R. Bukhari]


Rasulullah SAW. juga pernah bersabda: “Pada awalnya Islam datang dalam keadaan [sebagai sesuatu yang] asing, dan akan kembali menjadi sesuatu yang asing. Maka beruntunglah orang-orang yang asing [al-ghuraba]. Lantas para sahabat bertanya, ‘Siapakah orang-orang yang asing itu wahai Rasulullah?’ Rasulullah SAW. menjawab: ‘Mereka adalah orang-orang yang melakukan perbaikan [beramal dan berdakwah] ketika berada di dalam kerusakan’.” [H.R. Muslim]


Sahabat,
Ditiap fase selalu ada pekerja-pekerja dakwah yang kelelahan. Jika mereka lelah karena mengusung kebenaran, niscaya Alloh akan menguatkan mereka kembali. Tetapi jika mereka lelah karena tergoda oleh dunia, maka akan ada banyak pekerja lain yang bersedia menggantikannya.

“Maka sudikah kita digantikan oleh pekerja lain, sementara kita belum mendapatkan hasil apa-apa dari usaha kita?”
Sesungguhnya timbangan amal perbuatan kita dihadapan Alloh akan dipertanggungjawabkan dan sangatlah berat, namun sungguh tidak ada ada seorangpun yang Alloh dzhalimi melainkan sesuai dengan apa yang mereka kerjakan.

Dakwah tidak pernah kehabisan pekerja. Ikut atau tidaknya kita, kereta dakwah akan tetap terus melaju menuju Syurga yang Alloh sudah janjikan kebahagiaan dan ketentraman di dalamnya.


Sahabat,
Coba kita renungkan:
“Jalan dakwah mengajarkan bahwa kami memang membutuhkan dakwah. Kebersamaan dengan saudara-saudara di jalan ini semakin menegaskan bahwa kami harus hidup bersama mereka di jalan ini, agar berhasil dalam hidup di dunia dan akhirat kami. Beginilah jalan dakwah mengajarkan kami…”

Sahabat,
Alloh memberikan ganjaran berupa pahala dan kebahagiaan yang sebesar-besarnya dan derajat yang setinggi-tingginya di dunia dan akhirat, hanya bagi mereka yang sabar dalam ujian kehidupan di jalan dakwah.

Jika ujian dan cobaan yang Alloh berikan hanya ujian yang mudah-mudah untuk dilaksanakan hambanya, maka tentu kita tidak akan memperoleh ganjaran yang hebat itu.

Disitulah letak hikmahnya, yakni bagi seorang da’i yang harus bersungguh-sungguh dan sabar serta ikhlas dan istiqamah dalam meniti jalan dakwah ini. Karena perjuangan ini tidak bisa dijalani dengan ketidaksungguhan, azzam [baca: kekuatan tekad] yang lemah dan pengorbanan yang sedikit.

So bersabarlah… insyaAlloh akan terbukti janji Alloh yang lebih baik bagi hambanya yang beriman dan bertaqwa kepada Alloh dengan sungguh-sungguh.

Akhukum fi thariqud da’wah..


Sahabat,
Meski raga ini lelah
Jiwa tak boleh pasrah
Ruhiyah tak boleh lemah
Semangat tak boleh kendur
Niat tak boleh luntur
Meskipun mengeluh hal biasa dalam bekerja dan belajar serta beramal
Namun pahala tak pernah menghilang jua
Karena keikhlasan kunci dari segalanya.

Sahabat…
Jika sudah saatnya engkau berbaring di atas ranjang
Semoga Alloh jadikan istirahatmu sebagai ibadah
karena keletihan mu di jalan dakwah…


Ya Alloh, Engkau Mahamengetahui bahwa hati-hati ini tengah berkumpul untuk mencurahkan mahabbah hanya kepada-Mu, bertemu untuk taat kepada-Mu, bersatu untuk menyeru di jalan-Mu dan berjanji setia untuk membela syari’at-Mu, maka kuatkanlah ikatan pertaliannya.
Ya Alloh, abadikanlah kasih sayangnya, tunjukkanlah jalannya, lapangkanlah dadanya dengan limpahan iman dan indahnya tawakal hanya kepada-Mu, hidupkan dengan ma’rifat-Mu dan matikan dalam keadaan syahid di jalan-Mu.

Shalawat dan salam semoga tercurahkan kepada Nabi Muhammad Shallallohu ‘alaihi wa sallam, kepada keluarga dan para sahabatnya.

Aamiin ya Robbal ‘alamiin…

Jazakumullohu khoiron katsiro

Sebuah catatan yang ananda tulis dari untaian pesan singkat [baca: SMS] yang ananda kirim dan terima dari dan kepada ikhwah fillah yang senantiasa mengingatkan iman dan mengokohkan islam ketika hati dan raga ini letih dan lemah terhadap gemerlapnya kehidupan dunia yang senantiasa silau jika dilihat dan musnah jika diraba dan hina jika diikuti dan dituruti dengan penuh kebanggaan dan kesombongan…

Ana uhiBBukhi FiLLaH ikhwan wa akhwat KaRiMa BuKit AsaM ^_^

sumber : http://radensun.wordpress.com

sahabat Pictures, Images and Photos


Do’a Rabithah (Do’a Kasih sayang) dan Istighfar

Katakanlah: “Wahai Alloh yang mempunyai kerjaan, Engkau berikan kerjaan kepada orang yang Engkau kehendaki dan Engkau cabut kerajaan dari orang yang Engkau kehendaki.

Engkau muliakan orang yang Engkau kehendaki dan Engkau hinakan orang yang Engkau kehendaki.

Ditangan Engkaulah segala kebajikan.

Sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu.

Engkau masukan malam ke dalam siang dan Engkau masukan siang ke dalam malam.

Engkau keluarkan yang hidup dari yang mati dan Engkau keluarkan yang mati dari yang hidup.
Dan Engkau beri rizki kepada siapa yang Engkau kehendaki tanpa hisab (perhitungan).

(Q.S. Ali-Imron:26-27)

Ya Alloh, sesungguhnya ini adalah malam-Mu yang telah menjelang dan siang-Mu yang telah berlalu, serta suara-suara dari para penyeru-Mu, maka ampunilah aku.

Ya Alloh, sesungguhnya Engkau Maha Mengetahui bahwa hati-hati ini telah berkumpul untuk mencurahkan mahabbah hanya kepada-Mu

Bertemu untuk taat kepada-Mu

Bersatu dalam rangka menyeru di jalan-Mu

dan berjanji setia untuk membela syari’at-Mu

Maka kuatkanlah ikatan pertaliannya

Ya Alloh, abadikanlah kasih sayang-nya

Tunjukkanlah jalannya dan penuhilah dengan cahaya-Mu yang tidak pernah redup

Lapangkanlah dadanya dengan limpahan iman dan keindahan tawakkal kepada-Mu

Hidupkanlah dengan ma’rifat-Mu

dan matikanlah dalam keadaan syahid di jalan-Mu

Sesungguhnya Engkau sebaik-baik pelindung dan sebaik-baik penolong

Amiin…

Dan semoga shalawat serta salam selalu tercurahkan kepada Muhammad SAW. kepada keluarganya dan kepada semua sahabatnya.

Istighfar Kubra :

Ya Alloh, Engkau adalah Robbku

tidak ada Tuhan selain engaku

Engkau yang menciptakan dan aku hamba-Mu

dan aku dalam perjanjian dengan-Mu

ikrar kepada-Mu (yang akan aku laksanakan dengan) segala kemampuanku

dan aku berlindung pada-Mu dari kejahatan apa-apa yang telah aku lakukan

aku mengakui nikmat-Mu kepadaku

dan aku mengakui dosaku

maka ampunilah aku

karena tidak ada yang bisa mengampuni dosa-dosa, kecuali Engkau.

Taqobbalallohu minna wa minkum shiyamana wa shiyamakum

Taqobbal ya Karim ya Alloh ya Rohmaanu ya Rohiim

Minal ‘aidiin wal faidzin…


sumber : http://radensun.wordpress.com

TeNtanG RamadHan

1) Ramadhan, Ramadan atau Romadhon (bahasa Arab:رمضان) adalah bulan kesembilan dalam penanggalan Hijriyah (sistem penanggalan agama Islam). Sepanjang bulan ini pemeluk agama Islam melakukan serangkaian aktivitas keagamaan termasuk di dalamnya berpuasa, shalat tarawih, peringatan turunnya Al Qur'an, mencari malam Laylatul Qadar, memperbanyak membaca Al Qur'an dan kemudian mengakhirinya dengan membayar zakat fitrah dan rangkaian perayaan Idul Fitri. Kekhususan bulan Ramadhan ini bagi pemeluk agama Islam tergambar pada Al Qur'an pada surat Al Baqarah ayat 185 yang artinya:
"bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan Al Qur'an sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda. Karena itu, barangsiapa di antara kamu hadir di bulan itu, maka hendaklah ia berpuasa pada bulan itu..."
Ramadhan berasal dari akar kata ر م ﺿ , yang berarti panas yang menyengat atau kekeringan, khususnya pada tanah. Bangsa Babylonia yang budayanya pernah sangat dominan di utara Jazirah Arab menggunakan luni-solar calendar (penghitungan tahun berdasarkan bulan dan matahari sekaligus). Bulan ke sembilan selalu jatuh pada musim panas yang sangat menyengat. Sejak pagi hingga petang batu-batu gunung dan pasir gurun terpanggang oleh segatan matahari musim panas yang waktu siangnya lebih panjang daripada waktu malamnya. Di malam hari panas di bebatuan dan pasir sedikir reda, tapi sebelum dingin betul sudah berjumpa dengan pagi hari. Demikian terjadi berulang-ulang, sehingga setelah beberapa pekan terjadi akumulasi panas yang menghanguskan. Hari-hari itu disebut bulan Ramadhan, bulan dengan panas yang menghanguskan.



185. (Beberapa hari yang ditentukan itu ialah) bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al-Quran sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang bathil). Karena itu, barangsiapa di antara kamu hadir (di negeri tempat tinggalnya) di bulan itu, maka hendaklah ia berpuasa di bulan itu, dan barangsiapa sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), maka (wajiblah baginya berpuasa), sebanyak hari yang ditinggalkannya itu, pada hari-hari yang lain. Allah menghendaki kemudahan bagimu, dan tidak menghendaki kesukaran bagimu. Dan hendaklah kamu mencukupkan bilangannya dan hendaklah kamu mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu, supaya kamu bersyukur. (QS. 2:185)


2) Bulan di turunkan Al Quran dan disebut (syahru ramadhana)
3) Berlakunya perang Badar Kubra dan mendapat kemenangan.
4) Bulan dimana nabi mengambil balik Mekah dari tangan Musyrikin dan
berakhirnya penyembahan berhala.
5) Di dalamnya dipilih ada malam al-qadar yakni lebih baik drpd 1000
bulan.
6) Di pilih untuk ibadah puasa.
7) Di pilih untuk ibadah2 lain (tadarus Al Quran)

Kelebihan Bulan Ramadhan
1) Kamu akan di naungi Ramadhan. (bagi yg telah meninggal dunia
terlepas dari siksa kubur)
2) Bulan penuh keberatan
3) Di malamnya ada lebih baik drpd 1000 bulan
4) Amal sunat sama dengan solat fardhu
5) Manakala solat fardhu mendpt 70 kali ganda
6) Bulan sabar dan pahalanya adalah syurga
7) Bulan menambah rezeki
8) Memberi buka banyak pahala
9) Bulan keampunan
- doa yang paling makbul iaitu doa sebelum berbuka puasa.
- juga doa pada sepertiga malam.
10)10 hari pertama adalah mulanya rahmat,
10 hari pertengahan - pengampunan,
10 hari terakhir - kemerdekaan api neraka.

Cara Beramal Di Malam Lailatul Qadar (Malam 21-30)
1) Kepada Orang Tua Lemah Cara beramal solat Maghrib, Isyak dan Tarawih
berjemaah di masjid/surau,ini sudah dikira beramal Al Qadar
2) Orang yg tidak sanggup solat malam yang panjang
- Baca ayat akhir surah Al Baqarah
- Baca ayat Kursi
- Baca surah Yaasin
- Baca surah Al Zalazah
- Baca surah Al Qafirun
- Baca surah Al Ikhlas
3)Bagi orang yamg kuat dan cergas
- Bangunkan isteri dan anak
- Mandi
- Solat malam - Tahajjud, Taubat, Tasbih, Hajat, Istikharah, dan baca Al Quran
NUZUL Al QURAN ( 17 Ramadhan )
- Tarikh turunnya Al Quran
- Beramallah di malamnya dengan solat malam dan amal2 yg baik

Cara Sambut Hari Raya
Jangan sekali2 disambut dgn hiburan, mercun, pesta lampu dan berbagai
kemungkaran dan kemaksiatan,Pada petang akhir Ramadhan org2 yg meninggal (sudah
mati) menangis kerana peluang untukberehat telah berakhir. Adalah dicadangkan
semoga keluarga menziarahi kubur pada petang akhir Ramadhan atau jika kuburnya
jauh, hendaklah dibaca doa Tahlil selepas solat Asar. Semoga mereka
diampuni.Ibnu Abbas r.a pernah mengatakan bahawa roh orang yg meninggal dunia
dibenarkan pulang ke rumah anak2nya dan berdiri di pintu rumah memohon belas
kasihan drpd anak2 mengirimkan bacaan doa, sekurang2nya Al Fatihah sekali utk
mereka Oleh itu janganlah terlalu gembira dan ingatlah org2 tua yg sudah
meninggal, semoga nanti sampai giliran kita maka anak2 akan ingat kpd kita

Takbir Di Malam Raya
Takbir sebenarnya mempunyai cerita di sebaliknya. Mengikut riwayat,bermula dari
peperangan Ahzab. Peperangan berlaku di dalam musim sejuk, kemudian Salman Al
Farisi mencadangkan supaya di gali parit (Khandak) di akhirnya peperangan ini
di beri pertolongan oleh Allah dan kemudian dirakamkan di dalam Takbir.

Kesimpulannya
Bulan Ramadhan datang setahun sekali dan ia sebaik2 bulan, penuh keberkahan,
pengajaran, mendidik mempunyai ketahanan dan penuh dgn amalan-amalan untuk
mendekatkan diri kpd Allah dan hubungan sesama manusia. Oleh itu bersiap
sedialah dari awal supaya ia benar2 mengubah sikap yg baik dan seterusnya
menjadi insan yg soleh/solehah. Semoga dipertemukan di Ramadhan yang akan
datang.

sumber : http://fossi-ft.unila.ac.id

no evil Pictures, Images and Photos

Minggu, Agustus 02, 2009

Doa Nisfu Sya'ban

Ramadhan Mubarak Pictures, Images and Photos

بسم الله الرحمن الرحيماَللّهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِي رَجَبوَشَعْبَانَ، وَبَلِّغْنَا شَهْرَ رَمَضَانَ، واَعِنَّا عَلَى الصِّيَامِوَالْقِيَامِ وَحِفْظِ اللِّسَانِ

وَغَضِّ الْبَصَرِ، وَلاَ تَجْعَلْحَظَّنَا مِنْهُ الْجُوعَ وَالْعَطَشَ

Bismillâhir Rahmânir Rahîm
Allâhumma shalli ‘alâ Muhammad wa âli Muhammad Allâhumma bârik lanâ fî rajabin wa sya`bân, wa ballighnâ syahra ramadhân, wa a`inna `alash shiyâmi wal-qiyâmi wa hifzhil lisân wa ghadhdhil basher, walâ taj’al hazhzhanâ minhul jû`a wal-`athasy.

Ya Allah, berkahi kami di bulan Rajab dan Sya’ban, dan sampaikan kami ke bulan Ramadhan. Bantulah kami untuk melaksanakan puasa, melakukan shalat malam, menjaga lisan dan memelihara pandangan; dan jangan jadikan puasa kami hanya sekedar lapar dan dahaga.

(Kitab Mafatihul Jinan)

sumber : http://syarifudin17.blogspot.com

Hai Mujahid Muda

Semangat!!!!!! Pictures, Images and Photos

Munsyid : Izzatul Islam

Hai mujahid muda
maju kehadapan
sibakkan penghalang
satukan tujuan
kibarkan panji Islam dalam satu barisan
Bersama berjuang kita junjung keadilan

Jangan bimbang ragu
Tetaplah melaju
Hapus bayang semu
Di lubuk hatimu
Bergerak kedepan bagai gelombang samudra
Lantakkan tirani runtuhkan angkara murka

Majulah wahai mujahid muda
Dalam satu cita tegak keadilan
Singkirkan batas satukan kata
Kebangkitan Islam telah datang

Semangat Pictures, Images and Photos

Ma'an Najah

Ma'an Najah

Jazakallah khairan katsiran

Jazakallah khairan katsiran