Salam Dulu baru baca ^_^
Senin, Maret 15, 2010
SAHABAT SEJATI
persahabatan memang sangat mengasikan..... persahabatan memang sangat menyerukan... apabila persahabatan itu di warnai dengan cinta kepada Allah.....
sahabat saya ingin menuliskan sedikit tentang arti persahabatan.... semoga bermanfaat sahabat, saudaraku yang di sayangi Allah SWT....
‘Teman yang paling baik adalah apabila kamu melihat wajahnya, kamu teringat akan Allah, mendengar kata-katanya menambahkan ilmu agama, melihat gerak-gerinya teringat mati..’
“Sebaik baik sahabat di sisi Allah ialah orang yang terbaik terhadap temannya dan sebaik baik Sahabat disisi Allah ialah orang yang terbaik terhadap Sahabatnya” (H.R al-Hakim)
ALLAH SWT mencipta makhluk di atas muka bumi ini berpasang-pasangan. Begitu juga manusia, tidak akan hidup bersendirian. Kita tidak boleh lari dari berkawan dan menjadi kawan kepada seseorang. Jika ada manusia yang tidak suka berkawan atau melarang orang lain daripada berkawan, dia dianggap ganjil dan tidak memenuhi ciri-ciri sebagai seorang manusia yang normal.
Inilah antara hikmah, kenapa Allah SWT menciptakan manusia daripada berbagai bangsa, warna kulit dan bahasa. Firman Allah SWT dalam surah al-Hujurat ayat 13, yang bermaksud:
“Wahai umat manusia! Sesungguhnya Kami telah menciptakan kamu dari lelaki dan perempuan, dan Kami telah menjadikan kamu berbagai bangsa dan berpuak-puak, supaya kamu berkenal-kenalan (dan beramah tamah antara satu sama lain). Sesungguhnya semulia-mulia kamu di sisi Allah ialah orang lebih bertakwa. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui, lagi Maha Mendalam PengetahuanNya.”
Dalam Islam faktor memilih kawan amat dititikberatkan. Hubungan persahabatan adalah hubungan yang sangat mulia, kerana kawan atau sahabat berperanan dalam membentuk personaliti individu. Ada kawan yang sanggup bersusah-payah dan berkongsi duka bersama kita, dan tidak kurang juga kawan yang nampak muka semasa senang dan hanya sanggup berkongsi kegembiraan saja.
Pendek kata sahabat boleh menentukan corak hidup kita. Justeru, jika salah pilih sahabat kita akan merana dan menerima padahnya. Selari dengan hadith Rasululah saw yang bermaksud: “Seseorang itu adalah mengikut agama temannya, oleh itu hendaklah seseorang itu meneliti siapa yang menjadi temannya” (H.R Abu Daud).
Bak kata pepatah Arab, “Bersahabat dengan penjual minyak wangi, kita akan menerima percikan wangiannya, manakala bersahabat dengan tukang besi, percikan apinya akan mencarikkan baju kita.”
Apakah ciri-ciri seorang sahabat yang baik?
Seorang bijak pandai berpesan kepada anak lelakinya: “Wahai anakku, sekiranya engkau berasa perlu untuk bersahabat dengan seseorang, maka hendaklah engkau memilih orang yang sifatnya seperti berikut:
* Jika engkau berbakti kepadanya, dia akan melindungi kamu;
* Jika engkau rapatkan persahabatan dengannya, dia akan membalas balik persahabatan kamu;
* Jika engkau memerlu pertolongan daripadanya, dia akan membantu kamu;
* Jika engkau mengulurkan sesuatu kebaikan kepadanya, dia akan menerimanya dengan baik;
* Jika dia mendapat sesuatu kebajikan (bantuan) dari kamu, dia akan menghargai atau menyebut kebaikan kamu;
* Jika dia melihat sesuatu yang tidak baik daripada kamu, dia akan menutupnya;
* Jika engkau meminta bantuan daripadanya, dia akan mengusahakannya;
* Jika engkau berdiam diri (karena malu hendak meminta), dia akan menanyakan kesusahan kamu;
* Jika datang sesuatu bencana menimpa dirimu, dia akan meringankan kesusahan kamu;
* Jika engkau berkata kepadanya, niscaya dia akan membenarkan kamu;
* Jika engkau merancangkan sesuatu, niscaya dia akan membantu kamu;
* Jika kamu berdua berselisih faham, niscaya dia lebih senang mengalah untuk menjaga kepentingan persahabatan;
* Dia membantumu menunaikan tanggungjawab serta melarang melakukan perkara buruk dan maksiat;
* Dia mendorongmu mencapai kejayaan di dunia dan akhirat.
Sebagai remaja yang terlepas daripada pandangan ayah ibu berhati-hatilah jika memilih kawan. Karena kawan, kita bahagia tetapi kawan juga boleh menjahanamkan kita.
Hati-hatilah atau tinggalkan saja sahabat seperti dibawah:
* Sahabat yang tamak: ia sangat tamak, ia hanya memberi sedikit dan meminta yang banyak, dan ia hanya mementingkan diri sendiri.
* Sahabat hipokrit: ia menyatakan bersahabat berkenaan dengan hal-hal lampau, atau hal-hal mendatang; ia berusaha mendapatkan simpati dengan kata-kata kosong; dan jika ada kesempatan membantu, ia menyatakan tidak sanggup.
* Sahabat pengampu: Dia setuju dengan semua yang kamu lakukan tidak kira betul atau salah, yang parahnya dia setuju dengan hal yang dia tidak berani untuk menjelaskan kebenaran, di hadapanmu ia memuji dirimu, dan di belakangmu ia merendahkan dirimu atau mengkhianati amanahmu. Bila telah di percayai, dia khianati. Bila telah di cintai, dia dustakan.
* Sahabat pemboros dan suka hiburan: ia menjadi kawanmu jika engkau suka berpesta, suka berkeliaran dan ‘melepak’ pada waktu yang tidak sepatutnya, suka ke tempat-tempat hiburan dan pertunjukan yang melalaikan.
* Sahabat yang membawamu semakin jauh dari Allah. Seorang yang tidak menambah kebajikanmu di dunia, lebih2 lagi di akhirat. Seorang yang tidak menambah manfaat kehidupanmu di akhirat, bukanlah temanmu yang sebenar.
Hati-hatilah memilih kawan, karena kawan boleh menjadi cermin pribadi seseorang. Berkawanlah kerana Allah untuk mencari ridho-Nya.
sumber : http://www.facebook.com/?sk=messages#!/?page=1&sk=messages&tid=1149186188314
Minggu, Desember 20, 2009
Catatan Abu Fauzan Al-palimbany: Teruntuk Sahabatku....
Sahabat juga bukanlah ekonomi yang bisa dihitung secara materi...
Sahabat yang baik adalah bekal di kala susah dan perhiasan di kala senang
Sahabat yang bisa memotivasi diri untuk belajar dan menguatkan semangat meraih ilmu
Dari Abu Musa Al Asy'ari, Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:
"Perumpamaan teman yang baik dan teman yang jahat, bagaikan penjual minyak wangi dan pandai besi. Penjual minyak wangi anda bisa membeli darinya, atau dia bisa memberi anda minyak wangi, atau anda mendapatkan aroma yang harum. Adapun pandai besi, ia akan membakar baju anda atau anda mendapatkan bau yang tidak enak." (Muttafaq 'alaih)
Jiwa cenderung mengikuti teman pergaulannya, maka dari itu seseorang bisa dilihat dari cerminan teman bergaulnya. Di antara penyakit jiwa dikarenakan banyak bergaul dengan orang yang malas, pendosa, dan jahat.
Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bers abda,
“Seseorang sesuai dengan agama temannya, maka hendaklah seseorang memperhatikan siapa teman bergaulnya.” (HR Ahmad dan Tirmidzi, Beliau mengasankannya. Al Hakim menshahihkannya, dan disetujui olem Imam Adz-dzahabi”
Teman bergaul ada 4 macam, yaitu:
1.Teman bergaul laksana makanan yang tidak bisa ditinggalkan dalam sehari semalam. Apabila sudah terpenuhi keperluannya, ia bisa ditinggalkan. Apabila ia diperlukan, kita bisa kembali kepadanya. Mereka adalah para ulama.
2. Teman bergaul laksana obat, yang dibutuhkan ketika sakit. Selama kita sehat, kita tidak perlu bergaul dengannya. Mereka bisa saja dokter, teman belajar, tetangga, kerabat, atau teman kerja
3. Teman bergaul laksana penyakit, dengan berbagai perbedaan tingkatan, macam, kekuatan, dan kelemahannya. Ada yang memberikan penyakit kronis, parah, bahkan penyakit yang tidak bisa disembuhkan.
4. Teman bergaul yang menghantarkan kepada kebinasaan, bergaul dengannya ibarat menenggak racun yang mematikan. Mereka adalah ahlul bid’ah yang sesat dan menyesatkan, orang-orang fasiq, penjahat, dan ahlul ma’ashiy yang melakukan dosanya secara terang-terangan.
Semoga Allah melimpahkan taufiq dan hidayahNya agar kita senantiasa bergaul dengan ahlul ‘ilm yang bisa membantu kita dalam amal kebajikan, selalu mengingatkan kita dari kesalahan kita dengan cara yang baik dan bijak, selalu mendorong kita untuk lebih bersemangat dalam menuntut ilmu agama…dan menghantarkan kita menuju surgaNya…Aamiin
Sahabat – sahabatku…hatiku merindukan kalian T_T…anna Uhibbukum Fillaah…>>yang lagi merindukan kalian
Seseorang pernah bertutur,
"Kawan sejati adalah.......kawan yang mau berbagi dengan kita...
Ketika kita salah, dia adalah orang yang mau mengingatkan kita, sehingga kesalahan kita itu tidak membawa kepada kekufuran.
Ketika kita benar, dia adalah orang yang mau mengingatkan kita, bahwa dengan kebenaran yang ada janganlah kita takabbur, sehingga melupakan Allah Subhanahu wa Ta'ala sebagai sumber kebenaran hakiki.
Ketika kita mendapat musibah, dia selalu menasihati kita untuk bersabar bahwa semua itu adalah kasih sayang Allah 'Azza wa Jalla dengan menguji keimanan hambaNya.
Ketika kita mendapat kelapangan, dia akan turut berbahagia, dengan kelapangan yang ada pada kita, dan memberikan taushiyah akan pentingnya bersyukur kepadaNya.
Yang terpenting dari kawan sejati adalah.....dia tidak akan segan-segan mengajak kita ke surga dan mencegah kita terjerumus neraka Allah Subhanahu wa Ta'ala."
(Dikutip dari risalah seorang kawan)
**************************
Maraji’ :
Muhammad bin Shalih Alu ‘Abdillah, Abul Qa’qa, 102 Kiat Agar Semangat Belajar Agama Membara, Surabaya: Pustaka ELBA, 2005
sumber : http://www.facebook.com/notes/abu-fauzan-al-palimbany/teruntuk-sahabatku/200231716658
Kamis, Agustus 13, 2009
Goresan

Terkadang kita terdiam
pun suatu saat kita hendak berjalan..berlari..melangkah walau tertatih
kita cari sumber bahagia pada diri
pada setiap jiwa yg kita kenal
pada setiap makhluk Tuhan
padahaL BaHagia yang sebenarnya ada di dekat kita
seLalu bersama kita
Terkadang kita tidak sadar
bahkan mungkin terLaLu sombong mengakuinya
Bahwa Nikmat yang telah Allah beri JAUH lebih banyak dari apa yg kita pinta
Nikmat terbesar adalah kita tau bahwa KiTa puNya SAUDARA
yang mau berbagi dg qt
mau mengerti qt
berbagi keluh kesah pd qt
memberi dukungan yg membuat qt percaya
bahwa sesungguhnya kita ada untuk MeReKa
bukan untuk sendiri tanpa arah
tapi untuk bersama menjaLin kisah
dg satu HaRaP
HaNya RIDHONYA
terima kasih semua
yang tLah beri senYum tuLusmu pada diri ini
yang tLah berbagi akan indahya HiDaYaHNya
yang tLah menYadarkan dhoifny jiwa ini
yang tLah ajarkanku arti keHiduPan
yang tLah ingatkanku akan dahsyatnya SyuRga
yang tLah beri warna dalam hariku
yang tLah rela meluangkan waktu kalian untukku
yang tLah memprioritaskanku dalam daftar do'amu ^_^
i'm notHing withouT aLL of YoU
HoPe Allah always give me chance to spend My Time make soMetHing Better
My LiFe so colourfuLL coz u
save Me in uR heArt n ur Mind,,FriEnd!!
Thank You ALLAH...
by : cHeBee..
Rabu, Agustus 05, 2009
Surat sahabat, penghilang duka pelipur lara
Alloh SWT berfirman [yang artinya]: “Siapakah yang lebih baik perkataannya daripada orang-orang yang menyeru kepada Alloh, mengerjakan amal shaleh dan berkata: ‘Sesungguhnya aku termasuk orang-orang Muslim [yang berserah diri]‘.” [Q.S. Fushilat ayat 33]
Alloh SWT juga berfirman [yang artinya]: “Kalian adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma’ruf dan mencegah dari yang munkar dan beriman kepada Allah…” [Q.S. Ali Imron ayat 110]
Alloh SWT juga berfirman [yang artinya]: “Dan adapun orang-rang yang bakhil dan merasa dirinya cukup [tidak mau berdo'a dan memohon kepada Alloh], serta mendustakan kebaikan-kebaikan. Maka kelak Kami akan memudahkan baginya dalam kesulitan-kesulitan.” [Q.S Al-lail ayat 8-10]
Alloh SWT juga berfirman [yang artinya]: “Serulah [manusia] kepada jalan Rabbmu dengan hikmah, dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang lebih baik.” [Q.S. An-Nahl ayat 125]
Alloh SWT juga berfirman [yang artinya]: “Hai orang-orang yang beriman, hendaklah kamu jadi orang-orang yang selalu menegakkan kebenaran karena Alloh, menjadi saksi yang adil; dan jangan sekali-kali kebencianmu terhadap sesuatu kaum, mendorong kamu untuk berlaku tidak adil, berlaku adil lah!. Karena Adil itu lebih dekat kepada taqwa, dan bertaqwalah kepada Alloh, sesungguhnya Alloh Mahamengetahui apa yang kamu kerjakan.” [Q.S. Al-Maidah ayat 8]
Rasulullah SAW. pernah bersabda: “Seandainya kalian memahami apa yang telah ku pahami, niscaya kalian akan lebih banyak menangis dan sedikit sekali tertawa. ” [H.R. Bukhari]
Rasulullah SAW. juga pernah bersabda: “Pada awalnya Islam datang dalam keadaan [sebagai sesuatu yang] asing, dan akan kembali menjadi sesuatu yang asing. Maka beruntunglah orang-orang yang asing [al-ghuraba]. Lantas para sahabat bertanya, ‘Siapakah orang-orang yang asing itu wahai Rasulullah?’ Rasulullah SAW. menjawab: ‘Mereka adalah orang-orang yang melakukan perbaikan [beramal dan berdakwah] ketika berada di dalam kerusakan’.” [H.R. Muslim]
Sahabat,
Ditiap fase selalu ada pekerja-pekerja dakwah yang kelelahan. Jika mereka lelah karena mengusung kebenaran, niscaya Alloh akan menguatkan mereka kembali. Tetapi jika mereka lelah karena tergoda oleh dunia, maka akan ada banyak pekerja lain yang bersedia menggantikannya.
“Maka sudikah kita digantikan oleh pekerja lain, sementara kita belum mendapatkan hasil apa-apa dari usaha kita?”
Sesungguhnya timbangan amal perbuatan kita dihadapan Alloh akan dipertanggungjawabkan dan sangatlah berat, namun sungguh tidak ada ada seorangpun yang Alloh dzhalimi melainkan sesuai dengan apa yang mereka kerjakan.
Dakwah tidak pernah kehabisan pekerja. Ikut atau tidaknya kita, kereta dakwah akan tetap terus melaju menuju Syurga yang Alloh sudah janjikan kebahagiaan dan ketentraman di dalamnya.
Sahabat,
Coba kita renungkan:
“Jalan dakwah mengajarkan bahwa kami memang membutuhkan dakwah. Kebersamaan dengan saudara-saudara di jalan ini semakin menegaskan bahwa kami harus hidup bersama mereka di jalan ini, agar berhasil dalam hidup di dunia dan akhirat kami. Beginilah jalan dakwah mengajarkan kami…”
Sahabat,
Alloh memberikan ganjaran berupa pahala dan kebahagiaan yang sebesar-besarnya dan derajat yang setinggi-tingginya di dunia dan akhirat, hanya bagi mereka yang sabar dalam ujian kehidupan di jalan dakwah.
Jika ujian dan cobaan yang Alloh berikan hanya ujian yang mudah-mudah untuk dilaksanakan hambanya, maka tentu kita tidak akan memperoleh ganjaran yang hebat itu.
Disitulah letak hikmahnya, yakni bagi seorang da’i yang harus bersungguh-sungguh dan sabar serta ikhlas dan istiqamah dalam meniti jalan dakwah ini. Karena perjuangan ini tidak bisa dijalani dengan ketidaksungguhan, azzam [baca: kekuatan tekad] yang lemah dan pengorbanan yang sedikit.
So bersabarlah… insyaAlloh akan terbukti janji Alloh yang lebih baik bagi hambanya yang beriman dan bertaqwa kepada Alloh dengan sungguh-sungguh.
Akhukum fi thariqud da’wah..
Sahabat,
Meski raga ini lelah
Jiwa tak boleh pasrah
Ruhiyah tak boleh lemah
Semangat tak boleh kendur
Niat tak boleh luntur
Meskipun mengeluh hal biasa dalam bekerja dan belajar serta beramal
Namun pahala tak pernah menghilang jua
Karena keikhlasan kunci dari segalanya.
Sahabat…
Jika sudah saatnya engkau berbaring di atas ranjang
Semoga Alloh jadikan istirahatmu sebagai ibadah
karena keletihan mu di jalan dakwah…
Ya Alloh, Engkau Mahamengetahui bahwa hati-hati ini tengah berkumpul untuk mencurahkan mahabbah hanya kepada-Mu, bertemu untuk taat kepada-Mu, bersatu untuk menyeru di jalan-Mu dan berjanji setia untuk membela syari’at-Mu, maka kuatkanlah ikatan pertaliannya.
Ya Alloh, abadikanlah kasih sayangnya, tunjukkanlah jalannya, lapangkanlah dadanya dengan limpahan iman dan indahnya tawakal hanya kepada-Mu, hidupkan dengan ma’rifat-Mu dan matikan dalam keadaan syahid di jalan-Mu.
Shalawat dan salam semoga tercurahkan kepada Nabi Muhammad Shallallohu ‘alaihi wa sallam, kepada keluarga dan para sahabatnya.
Aamiin ya Robbal ‘alamiin…
Jazakumullohu khoiron katsiro
Sebuah catatan yang ananda tulis dari untaian pesan singkat [baca: SMS] yang ananda kirim dan terima dari dan kepada ikhwah fillah yang senantiasa mengingatkan iman dan mengokohkan islam ketika hati dan raga ini letih dan lemah terhadap gemerlapnya kehidupan dunia yang senantiasa silau jika dilihat dan musnah jika diraba dan hina jika diikuti dan dituruti dengan penuh kebanggaan dan kesombongan…
Ana uhiBBukhi FiLLaH ikhwan wa akhwat KaRiMa BuKit AsaM ^_^
sumber : http://radensun.wordpress.com
Rabu, Juli 22, 2009
You're not ALoNe
I'm still all alone
How could this be
You're not here with me
You never said goodbye
Someone tell me why
Did you have to go
And leave my world so cold
Everyday I sit and ask myself
How did love slip away
Something whispers in my ear and says
That you are not alone
For I am here with you
Though you're far away
I am here to stay
You are not alone
I am here with you
Though we're far apart
You're always in my heart
You are not alone
All alone
Why, oh
Just the other night
I thought I heard you cry
Asking me to come
And hold you in my arms
I can hear your prayers
Your burdens I will bear
But first I need your hand
So forever can begin
Everyday I sit and ask myself
How did love slip away
Then something whispers in my ear and says
That you are not alone
For I am here with you
Though you're far away
I am here to stay
For you are not alone
I am here with you
Though we're far apart
You're always in my heart
And you are not alone
Whisper three words and I'll come runnin'
And girl you know that I'll be there
I'll be there
You are not alone
I am here with you
Though you're far away
I am here to stay
You are not alone
I am here with you
Though we're far apart
You're always in my heart
You are not alone
For I am here with you
Though you're far away
I am here to stay
For you are not alone
For I am here with you
Though we're far apart
You're always in my heart
Jumat, Juli 03, 2009
FoR My BesT
Mungkin waktu kan terus berlalu, membawa buih-buih pergi menjauh.
Dan manusia hanyalah butir pasir berserak di hamparan zaman, yang
mengikuti kemana angin takdir berhembus. Dan mungkin waktu melapukkan
batu, membuat besi menjadi karat; Mengubah dunia menjadi tidak seperti
yang kita kira dan angankan. Walau sungguh pun waktu berkuasa,
persahabatan sejati takkan mudah pudar olehnya.
Akan kenangan
saat mimpi-mimpi bersemi semerbak, dan akan kenangan saat mimpi-mimpi
terhempas berkeping di jalan berlubang kehidupan — dan kau ada di sana
sebagai sahabat
yang memahami segala keluh kesah. Atas kebaikan yang mungkin tidak kau
sadari, oleh sekedar canda yang membuat hidup ini lebih memiliki arti;
menjauhkan rasa nyeri sedari.
Dan sahabat,
jika apa yang kita miliki memang persahabatan yang tulus, maka ada tali
silaturahmi yang mesti kita jaga. Walau jarak merenggangkan ikatan, dan
harapan-harapan membawa kita berlayar ke negeri-negeri asing;
ketahuilah bahwa ada seorang sahabat yang akan membantumu jika engkau membutuhkannya.
Kado
ini tak lebih berharga ketimbang kebaikanmu selama ini. Hanya sekeping
tanda mata agar kau tak lupa, bahwa ada – ada bahagia untuk menjadi
seorang saudara.
–
Words are all I have
So, I give them to you as my gift
HoPe
Ingin kubangunkan kau sebuah gunung
Agar ketika hatimu berkecamuk
Kau dapat menyepi kesana mencari tentram
Ingin kutangkap dan kukotakkan sepuluh kupu
Agar kala sedih tiba
Kau dapat membuka kotak itu untuk memberimu riang.
Ingin kugapai dan kuberi kau seratus pelangi,
Agar di tengah badai mengamuk
Aku dapat bersamamu mengusir sedih
Ingin kupetik dan kuberi kau seribu mawar
Agar kala kemarau datang menyengat
Aku dapat bersamamu menebar senyum
Hatiku ruah dengan semangat membumbung
Untuk menyentuh hatimu
Dan membuatnya girang
Dengan sejuta angan-angan
Aku berikan diriku
Agar kau dapat mengejar mimpi riang
Aku sadar, diriku terbatas,
Aku sedang belajar
Menggapai pelangi,
Menanam mawar,
Mengejar kupu
Membangun gunung
Tapi, sementara aku belajar
melakukan semua itu,
Mari kau pegang tanganku erat
Sandarkanlah dirimu di bahuku
Karena aku sahabatmu.
SaHaBaT seJaTi
“Sebaik baik sahabat
disisi Allah ialah orang yang terbaik terhadap temannya dan sebaik baik
jiran disisi Allah ialah orang yang terbaik terhadap jirannya” (H.R
al-Hakim)
‘Teman
yang paling baik adalah apabila kamu melihat wajahnya, kamu teringat
akan Allah, mendengar kata-katanya menambahkan ilmu agama, melihat
gerak-gerinya teringat mati..’
Apakah ciri-ciri seorang sahabat
yang baik? Seorang bijak pandai berpesan kepada anak lelakinya: “Wahai
anakku, sekiranya engkau berasa perlu untuk bersahabat dengan
seseorang, maka hendaklah engkau memilih orang yang sifatnya seperti
berikut:
- Jika engkau berbakti kepadanya, dia akan melindungi kamu;
- Jika engkau rapatkan persahabatan dengannya, dia akan membalas balik persahabatan kamu;
- Jika engkau memerlukan pertolongan darinya, dia akan membantu kamu;
- Jika engkau mengulurkan sesuatu kebaikan kepadanya, dia akan menerimanya dengan baik;
- Jika dia mendapat sesuatu kebajikan (bantuan) dari kamu, dia akan menghargai atau menyebut kebaikan kamu;
- Jika dia melihat sesuatu yang tidak baik daripada kamu, dia akan menutupnya;
- Jika engkau meminta bantuan daripadanya, dia akan mengusahakannya;
- Jika engkau berdiam diri (karena malu hendak meminta), dia akan menayakan kesusahan kamu;
- Jika datang sesuatu bencana menimpa dirimu, dia akan meringankan kesusahan kamu;
- Jika engkau berkata kepadanya, niscaya dia akan membenarkan kamu;
- Jika engkau merancangkan sesuatu, niscaya dia akan membantu kamu;
- Jika kamu berdua berselisih faham, niscaya dia lebih senang mengalah untuk menjaga kepentingan persahabatan.
- Dia membantumu menunaikan tanggungjawab serta melarang melakukan perkara buruk dan maksiat
- Dia mendorongmu mencapai kejayaan didunia dan akhirat.
Ma'an Najah
Jazakallah khairan katsiran

