Salam Dulu baru baca ^_^

Salam Dulu baru baca ^_^

Senin, Agustus 17, 2009

AhLan Wa SahLan

Assalamu'alaikum.wr.wb

Marhaban ya Ramadhan..
Segenap Keluarga Remaja Islam Masjid Jami' Bukit Asam mengucapkan
"Selamat Menunaikan Ibadah Puasa 1430 H"

Semoga dg ketulusan hati kita menyambut Ramadhan nan suci, membawa qt utk tetap semangat melakukan perbaikan dan kebaikan. Bulan penuh barokah yg kita nantikan,, semoga qt dpt mengisinya dg segala aktifitas yg Allah ridhoi.

Selama bulan suci ini, Karima Bukit Asam mengadakan beberapa agenda Ramadhan, antara lain:
* Sambut Ramadhan yg kegiatannya akan diberitahukan satu hari sebelum pelaksanaan (Insya Allah diadakan hari Jumat, 20 Agustus 2009 ba'da Ashar di simpang Muhammadiyah)
* Tadarus Alqur'an setiap hari senin s/d Sabtu pukul 17.00 sampai buka puasa bersama dan shalat magrib berjamaah
* Ta'lim Mingguan mulai pukul 14.30 wib
* Mabit di Masjid Jami' BA pd tanggal 5 September 2009
* Pesantren Kilat Anak2 (tanggalnya akan diberitahukan kemudian hari oleh panitia pelaksana, insya Allah terangkum di dalamnya lomba cepat tepat islami)

Insya Allah baru ini rencana awal kegiatan karima selama Ramadhan,, agenda2 dan kegiatan2 lain msh tetap direncanakan oleh seluruh pengurus dan anggota karima. Apabila ada perubahan2 rencana kegiatan akan diberitahukan kemudian melalui Jarkom dari Ketua Pelaksana (lewat sms kepada seluruh anggota karima)

Demikianlah, semoga ramadhan kali ini lebih bermakna. SEMANGAT kepada All ikhwah, semoga qt termasuk golongan orang2 yg senantiasa bersegera dalam melaksanakan kebaikan. Dan semoga semua niat tulus qt diberi balasan pahala oleh Allah. Amin

Wassalam

Sabtu, Agustus 15, 2009

Hijaab

Hijab Pictures, Images and Photos

The hair is the crowning glory of every women.
Our long hair professes our beauty and most powerful of our image.
Our eyes speaks louder than our voice.
Our voice speak louder than our body.
Our body is the case of our being.
Our softness is a blessing from Allah, the Creator.

But this beauty becomes a medium for sinful eyes.
Allah is indeed Merciful and our Protector.
Alhamdulillah for Hijab...Niqab...and Burqah...
Truly the identity of every Muslimah.

Hijab, a covering that implies her inner and outer modesty.
It is quiet impossible to see the inside when one observe the outside.
Hijab is not some kind of culture or racial identity.
Rather our hijab is the identity required by Allah.

"Oh Prophet! Tell your wives and your daughters and the women of the believers to draw their cloaks (veils) all over their bodies (i.e screen themselves completely except the eyes or one eye to see the way). That will be better, that they should be known (as free respectable women so as not to be annoyed.)" (Ahzaab 59)

A Muslimah is accused of having a "fish brain" because of our hijab.
We are accused of being a "terrorist" because of our hijab.
We are accused of being an "arab" because of our hijab.
We are accused of being an "oppressed" creature because of our hijab.
We are accused of living our life in the "past" because of our hijab.
We are accused of being over protected of our body because of our hijab.
We are accuse of many things because of our hijab.

Is this the reason why some of our claiming Muslimah abandoned hijab?
Without the hijab, we are completely stripped naked.
Without hijab, we are completely oppressed and exploited.
Without hijab, we are disrespected by those sinful eyes.
Without hijab, we are treated just exactly as a non Muslim.
Without hijab, we lost our outer modesty, more so affects our inner modesty.
Without hijab, we are susceptible in inviting sin ourselves.

Hijab is every Muslimah's sheild.
The very identity that tells a Muslimah that, "she is another Muslimah", one who pleases Allah by following his commandments.
Hijab serves as a form of dawah for us.
It reminds another Muslimah that this is our true identity.
It reminds the whole world that a Muslimah is a unique individual incomparable to other women.
Hijab is what makes a Muslimah.
The very identity of the Muslimaat.
Hijab, was never made a choice by Allah, but some Muslimah decided to go against Allah by making hijab a preference.

sumber : iluvislam.com

hijab Pictures, Images and Photos

TeMaNi Aq

Melangkah...
Namun sendiri,,sungguh ibarat berlayar mengarungi lautan
yg coba mencari dimana ujung laut itu berakhir
TerLunta,,sepi,,tanpa arah

Lalu qt coba masuk ke dalam laut itu
teruus,,hingga ke dasar
sesaat,kita terhentak,,saat melihat makhluk buas di dalam sana
namun sesaat kita terkagum,,saat melihat indahnya terumbu karang
beraneka makhluk laut yg menghuni laut

Namun,,dengan semua keindahan itu
qt tetap saja gelisah
krn tak ada yg tau bahwa saat itu tak ada seorangpun tau
betapa bahagianya qt saat itu
tak ada tempat untuk berbagi cerita
tentang dahsyatnya ciptaan sang Robbi di dalam sana
ya..lagi2 qt sendiri

kita terus berenang2 menikmati sendiri kenikmatan itu..
suatu ketika..ada kerang yg melukai kaki kita
kita menjerit..sekeras2nya
tak satupun ikan2 perduli
bahkan ada hewan yg mencoba menyakiti qt
mereka membiarkan ulah qt

setelah itu qt tinggalkan dasar laut
qt cari permukaan
menghiraukan tujuan qt pd ujung laut tadi
qt mencari daratan..
tempat qt kembali..
pada rumah..
pada lingkungan..
yg tadinya qt sangat jenuh berada disitu
dg segala aktifitasnya..dg segala kekacauannya
yg qt terkadang tdk sadar
bahwa keindahan & kebahagiaan itu sendiri sebenarnya ada
sangat dekat dengan qt..

DiaLah TeMan2 & saHaBat qt
yg reLa menyediakan bahunya utk bersandar
hatinya utk berbagi..waktunya utk dihabiskan bersama
dan mengingat qt dalam do'a" mereka

TEMAN SEJATI Pictures, Images and Photos

by : chebee ^_^

***teruntuk semua saHaBatku,, dimanapun kalian. terima kasih teLah beri warNa dLm hidupku

PeMuDa & DaKwaH

Jika dilihat pada ‘product’ pemuda pemudi kita, sebenarnya boleh dibagikan kepada beberapa kategori.

1. Golongan yang terus iltizam dengan kerja-kerja Dakwah & Tarbiyah.

2. Golongan yang sekadar hadir dalam aktiviti-aktiviti Dakwah & Tarbiyah.

3. Golongan yang tidak lagi ‘bersama kita’

4. Golongan yang melihat dan menilai kita lalu melihat terlalu banyak kelemahan yang ada pada kita lalu membentuk Toifah lain ( sisters/ liberal dsbg.) atau bergabung diri dengan Toifah lain.

Malangnya golongan pertama terlalu sedikit, mungkin segan kalau kita sebutkan tak sampai 10 persen tetapi itulah hakikat yang terpaksa kita terima. Pemuda dan perubahan Sebenarnya penggerak Dakwah diperingkat awal pengutusan Rasulullah SAW kebanyakannya terdiri dari pemuda-pemuda contohnya: Saidina Ali, Mus,ab, Saidina ‘Uthman dan lain-lain.

Dakwah juga cepat diterima dan berkembang di Madinah dan hebat mendapat tentangan di Makkah juga kerana faktor pemudanya. Penduduk Makkah dikuasai oleh golongan tua yang sukar meninggalkan pegangan lama mereka. Manakala Madinah pula mayoritas yang menguasainya adalah pemuda kesan dari peperangan antara Aus dan Khazraj yang berlangsung hampir 200 tahun yang telah mengorbankan para generasi tuanya dan meninggalkan pemuda-pemuda sebagai pewaris mereka.

Abdullah Nasih ‘Ulwan pernah menyebut:

“Di balik keagungan ilmu dan kejayaan Islam, maka kita dapati generasi pemudalah yang dianggap telah memainkan peranan yang begitu hebat, hingga Keagungan Islam tercapai di tangan mereka. Niat mereka sungguh suci. Ketabahan hati mereka amat mengagumkan sekali. Mereka tidak tertipu dengan kemewahan yang mereka peroleh di dunia ini. Mereka terus berusaha, bekerja dan berJihad untuk berdakwah ke jalan Allah, hatta tercapai segala hasrat dan cita-cita mereka yang suci murni itu...”


Dan beliau juga menyebut:

“Usaha dan Jihad pemuda-pemuda merupakan suatu tenaga yang paling berpotensi bagi mengatasi dan memecah sebarang masalah. Usaha ke arah Keagungan dan Kegemilangan akan terkabul di tangan-tangan pemuda-pemuda Islam, bukan di kalangan orang yang hanya berkhayal lagi tidak berpotensi. Sebagaimana kita semua ketahui, bahwa angkatan pemuda adalah merupakan suatu tenaga yang utuh, teguh andainya mereka ini diasuh dan ditarbiyah dengan tarbiyah Islamiah, hingga jiwa-jiwa mereka ini penuh padu keimanan dengan Allah s.w.t. Berteraskan dengan keimanan yang tulin sahajalah kedudukan ummah ini dapat ditingkatkan sampai menjadi suatu ummah yang aman makmur.”

Pemuda dan kemudaannya. Berbalik kepada persoalan asas yang dibincangkan; kenapa begitu sedikit yang dapat terus istiqamah dengan kerja-kerja Dakwah & Tarbiyah. Persoalan ini mungkin terjawab dengan kita mengenali siapakah pemuda dan apakah pengisian yang sepatutnya berlaku pada tempoh umur ini.

Masa muda ialah suatu masa yang cukup bergejolak, agresif, bertenaga, cita- cita yang tinggi, keazaman yang kental dan semangat yang membara. Inilah keadaan pemuda di setiap zaman. Namun yang berbeza mungkin persekitaran yang ada disekitar mereka.

Pemuda-pemuda kita hari ini tidak banyak terikat dengan tanggungjawab, membesar dalam kemewahan dan kesenangan hidup, segala yang dihajati dicapai dengan mudah. Mungkin inilah yang membedakan kita dengan pemuda-pemuda Kahfi, pemuda Madinah dan pemuda awwalun yang lain.

Bila Kesunyian Datang

sepi Pictures, Images and Photos

Mungkin kita pernah merasakan kesunyian melanda sanubari.

Apabila ini terjadi, kita pasti merasa diri kita ini amat hampa, ada yang seakan hilang entah ke mana atau pergi mengembara jauh ke sana.

Hati merasa begitu tersiksa sehingga di malam hari pun kita selalu terjaga. Bila hal itu terjadi tatkala kita merasa tidak seorang pun yang dapat memahami kita, tidak ada tempat untuk berbagi cerita, berbagi duka dan berbagi rasa.

Hidup akan merasa semakin terseksa hingga tidak lagi bermakna.

Bila itu yang kita rasakan, mungkin ada yang selama ini kita lupakan. Bahawa ketika kita seaar dari mimpi dan termangu dalam kesunyian, di saat itu sebenarnya Allah ada bersama kita.

DIA selalu memantau dan menemani kita dengan kasih sayang yang begitu dalam.
DIA akan selalu menemani tidur kita yang sepi dan menjaga diri kita yang lemah ini.

Namun, hal itu hanya akan terjadi bila kita mau meyakini bahwa Allah itu benar adanya dan tentunya nama-Nya sudah terpatri di hati kita.

Dengan kata lain, kita mahu mengimani dan mencintai-Nya dengan sepenuh jiwa.

Pernahkah kita menyadari hal ini? Allah telah memberikan kita begitu banyak nikmat dan anugerah kepada kita maka nikmat Allah yang mana lagi yang kita dustakan?

Allah telah membuat hati yang muram menjadi tenang, yang suram menjadi bercahaya dan yang kerdil menjadi raksasa.

Sepertinya kita tidak boleh larut dalam kesedihan, karena boleh jadi Allah menganugerahkan rasa sepi dalam hati kita untuk menguji betapa kuat cinta kita.

Sehingga dengan sepi itu kita mampu untuk lebih khusyuk untuk mendekati-Nya.

Rasulullah SAW bersabda,
“ Sesungguhnya orang mukmin itu adalah orang yang luar biasa, seluruh perkara dalam hidupnya adalah baik baginya. Ketika mendapat kemudahan ia bersyukur.Itu adalah baik baginya dan apabila ia ditimpa kesulitan maka dia bersabar dan itupun juga adalah baik baginya.”

sumber : iluvislam.com

Jumat, Agustus 14, 2009

jembatan...

color Pictures, Images and Photos

Alkisah ada dua orang kakak beradik yang hidup di sebuah desa. Entah karena apa mereka jatuh ke dalam suatu pertengkaran serius. Dan ini adalah pertama kalinya mereka bertengkar sedemikian hebat. Padahal selama 40 tahun mereka hidup rukun berdampingan, saling meminjamkan peralatan pertanian, dan bahu membahu dalam usaha perdagangan tanpa mengalami hambatan.

Namun kerja sama yang akrab itu kini retak. Dimulai dari kesalahpahaman yang sepele saja. Kemudian berubah menjadi perbedaan pendapat yang besar. Dan akhirnya meledak dalam bentuk caci-maki. Beberapa minggu sudah berlalu, mereka saling berdiam diri tak bertegur-sapa.

Suatu pagi, seseorang mengetuk rumah sang kakak. Di depan pintu berdiri seorang pria membawa kotak perkakas tukang kayu. "Maaf tuan, sebenarnya saya sedang mencari pekerjaan," kata pria itu dengan ramah. "Barangkali tuan berkenan memberikan beberapa pekerjaan untuk saya selesaikan."

"Oh ya!" jawab sang kakak. "Saya punya sebuah pekerjaan untukmu. Kau lihat ladang pertanian di seberang sungai sana. Itu adalah rumah tetanggaku, ..ah sebetulnya ia adalah adikku. Minggu lalu ia mengeruk bendungan dengan buldozer lalu mengalirkan airnya ke tengah padang rumput itu sehingga menjadi sungai yang memisahkan tanah kami. Hmm, barangkali ia melakukan itu untuk mengejekku, tapi aku akan membalasnya lebih setimpal. Di situ ada gundukan kayu. Aku ingin kau membuat pagar setinggi 10 meter untukku sehingga aku tidak perlu lagi melihat rumahnya. Pokoknya, aku ingin melupakannya." Kata tukang kayu, "Saya mengerti. Belikan saya paku dan peralatan. Akan saya kerjakan sesuatu yang bisa membuat tuan merasa senang."

Kemudian sang kakak pergi ke kota untuk berbelanja berbagai kebutuhan dan menyiapkannya untuk si tukang kayu. Setelah itu ia meninggalkan tukang kayu bekerja sendirian.

Sepanjang hari tukang kayu bekerja keras, mengukur, menggergaji dan memaku. Di sore hari, ketika sang kakak petani itu kembali, tukang kayu itu baru saja menyelesaikan pekerjaannya.

Betapa terbelalaknya ia begitu melihat hasil pekerjaan tukang kayu itu. Sama sekali tidak ada pagar kayu sebagaimana yang dimintanya. Namun, yang ada adalah jembatan melintasi sungai yang menghubungkan ladang pertaniannya dengan ladang pertanian adiknya. Jembatan itu begitu indah dengan undak-undakan yang tertata rapi. Dari seberang sana, terlihat sang adik bergegas berjalan menaiki jembatan itu dengan kedua tangannya terbuka lebar.

"Kakakku, kau sungguh baik hati mau membuatkan jembatan ini. Padahal sikap dan ucapanku telah menyakiti hatimu. Maafkan aku." kata sang adik pada kakaknya.

Dua bersaudara itu pun bertemu di tengah-tengah jembatan, saling berjabat tangan dan berpelukan. Melihat itu, tukang kayu pun membenahi perkakasnya dan bersiap-siap untuk pergi. "Hai, jangan pergi dulu. Tinggallah beberapa hari lagi. Kami mempunyai banyak pekerjaan untukmu," pinta sang kakak.

"Sesungguhnya saya ingin sekali tinggal di sini," kata tukang kayu, "tapi masih banyak jembatan lain yang harus saya selesaikan."

semoga menjadi renungan dan hikmah untuk menyambut Ramadhan ini sahabatku

sumber : persahabatan PBH (putri bintaro hijau)

BercerMin DiRi

muslimah Pictures, Images and Photos

Tatkala kudatangi sebuah cermin
Tampak sesosok yang sangat lama kukenal dan sangat sering kulihat
Namun aneh , sesungguhnya aku belum mengenal siapa yang kulihat

Tatkala kutatap wajah , hatiku bertanya . Apakah wajah ini yang kelak akan
bercahaya bersinar indah di surga sana ?
Ataukah wajah ini yang kelak akan hangus legam di neraka Jahannam

Tatkala kutatap mata, nanar hatiku bertanya
Mata inikah yang akan menatap penuh kelezatan dan kerinduan….
Menatap Allah , menatap Rasulullah , menatap kekasih-kekasih Allah kelak ?
Ataukah mata ini yang terbeliak , melotot , menganga , terburai menatap
Neraka Jahannam………..

Akankah mata penuh maksiat ini akan menyelamatkan ?
Wahai mata , apa gerangan yang kau tatap selama ini ?

Tatkala kutatap mulut , apakah mulut ini yang kelak akan mendesah penuh
kerinduan .. Mengucap laa ilaaha ilallah saat malaikat maut datang
menjemput ?

Ataukah menjadi mulut menganga dengan lidah menjulur , dengan lengking
jeritan pilu yang akan mencopot sendi-sendi setiap pendengar.

Ataukah mulut ini menjadi pemakan buah zaqum jahannam ..yang getir
penghangus , penghancur setiap usus.
Apakah gerangan yang engkau ucapkan wahai mulut yang malang ?
Berapa banyak dusta yang engkau ucapkan ?

Berapa banyak hati-hati yang remuk dengan pisau kata-katamu yang
mengiris tajam
Berapa banyak kata-kata manis semanis madu yang palsu
yang engkau ucapkan untuk menipu ?
Betapa jarang engkau jujur.
Betapa langkanya engkau syahdu memohon agar Tuhan mengampunimu.

Tatkala kutatap tubuhku.
Apakah tubuh ini kelak yang akan penuh cahaya …
Bersinar , bersukacita , bercengkrama di surga ?
Atau tubuh ini yang akan tercabik-cabik hancur , mendidih , di dalam lahar
membara jahannam , terpasung tanpa ampun , derita yang tak pernah berakhir
Wahai tubuh , berapa banyak maksiat yang engkau lakukan ?
Berapa banyak orang-orang yang engkau zalimi dengan tubuhmu ?
Berapa banyak hamba-hamba Allah yang lemah yang engkau
tindas dengan kekuatanmu ?
Berapa banyak perindu pertolongan yang engkau acuhkan tanpa peduli
padahal engkau mampu ?
Berapa banyak hak-hak yang engkau rampas ?


Ketika kutatap hai tubuh
Seperti apa gerangan isi hatimu
Apakah isi hatimu sebagus kata-katamu
Atau sekotor daki-daki yang melekat di tubuhmu
Apakah hatimu segagah ototmu
Atau selemah daun-daun yang mudah rontok
Ataukah hatimu seindah penampilanmu
Ataukah sebusuk kotoran-kotoranmu

Betapa beda ..betapa beda …apa yang tampak di cermin
dengan apa yang tersembunyi
Betapa beda apa yang tampak di cermin dan apa yang tersembunyi
Aku telah tertipu , aku tertipu oleh topeng
Betapa yang kulihat selama ini hanyalah topeng, hanyalah topeng belaka
Betapa pujian yang terhambur hanyalah memuji topeng
Betapa yang indah ternyata hanyalah topeng..
Sedangkan aku … hanyalah seonggok sampah busuk yang terbungkus
Aku tertipu , aku malu ya Allah
Allah ..selamatkan aku..Amin ya Rabbal ‘alamin

Abdullah Gymnastiar

Ma'an Najah

Ma'an Najah

Jazakallah khairan katsiran

Jazakallah khairan katsiran