Salam Dulu baru baca ^_^
Kamis, Juni 25, 2009
Jika Hari ini adalah Hari Pernikahanku
aku harus bangun lebih awal
melaksanakan sholat dan berterimakasih kepada Allah
atas semua nikmat yang telah Dia berikan kepadaku
khususnya untuk hari yang bahagia ini
Hari ini adalah hari pernikahanku...
aku harus membuka jendela kamarku
hingga bisa kurasakan udara segar di wajahku
aku ingin melihat matahari terbit
aku ingin mendengar nyanyian burung2
Hari ini adaah hari pernikahanku...
aku ingin melihat kamarku dalam nuansa biru
alas tempat tidur biru dan karpet biru
aku ingin mencium wangi bunga2
aku ingin menghiasi tempat tidurku dengan melati
Hari ini adalah hari pernikahanku...
aku ingin melihat senyum di wajah semua orang
dan tidak ada satu orangpun yang merasa tersakiti hari ini
jika ada air mata di mata mereka
itu hanyalah air mata kebahagiaan
Hari ini adalah hari pernikahanku...
aku ingin duduk disamping pangeranku
menggenggam jemarinya dalam jemariku
kemudian akan kubisikkan kepadanya
Selamat datang dalam hidupku...CINTA
****
Aku terbangun dari mimpi
semuanya masih terlihat sama
hari ini bukanlah hari pernikahanku
tetapi pernikahan seseorang
Ya Ilahi Rabbi...
itu tidak apa-apa
jika hari ini bukanlah hari pernikahanku
karena aku yakin dan percaya
Engkau tidak ingin aku menyakiti wanita lain
Ya Ilahi Rabbi...
jika hari ini bukanlah hari pernikahanku
jangan biarkan air mata ini membasahi pipiku
jika pun harus ada air mata ini
jadikan itu sebagai tanda kebahagiaanku karena melihat kebahagiaannya dengan yang lain
Ya Ilahi Rabbi...
Tidak masalah bagiku
jika hari ini bukanlah hari pernikahanku
karena aku yakin dan percaya
Engkau mencintaiku lebih dari dia mencintaiku
Ya Ilahi Rabbi...
Aku baik-baik saja
jika hari ini bukanlah hari pernikahanku
karena aku yakin dan percaya
Engkau telah mengatur pernikahanku suatu hari nanti
Ya Ilahi Rabbi...
Aku tidak keberatan
jika hari ini bukanlah hari pernikahanku
karena aku yakin dan percaya
Engkau telah menyiapkan seseorang yang terbaik untukku
(http://forum.kotasantri.com)
Wanita dalam Konsep Islam
Penulis : Yuli Harmita
1. Ia diciptakan sebagai sakanah, yang artinya ialah penyenang dan penentram. Bagi kaum pria, setiap harinya dihadapkan pergulatan nafkah, di rumah ia membutuhkan belaian sayang, sambutan senyum ceria, dan kelembutan tegur sapa dari sang istri, guna memulihkan kesegaran jasmani dan rohaninya dari kepenatan dan kejenuhan pekerjan yang dihadapinya sehari-hari. Dari sikap sang istri tersebut, ternyata benar-benar memberikan ketentraman dan ketenangan lahir batin yang dapat membangkitkan semangat dan gairah dalam menghadapi tugas-tugas rutin pada hari-hari berikutnya.
2. Sebagaimana firman Allah, "Dan dijadikan di antaramu rasa kasih sayang." (QS. Ar-Ruum : 21). Dalam pengertian tersebut ditandaskan bahwa wanita berperan sebagai sumber kasih sayang. Dengan demikian, merupakan kewajibannya mempersiapkan program dalam menunaikan tugas menyambut kedatangan suami dengan penuh rasa cinta dan kasih sayang.
3. Ia memberikan suatu cakrawala bagi kaum wanita di balik kodratnya sebagai istri, juga sebagai ratu rumah tangga dan pendidik anak cucunya. Tipe wanita manakah yang dapat menyandang tugas dan kewajiban tersebut? Apakah wanita terbelakang atau wanita terpelajar yang memahami metode pengurusan rumah tangga, menguasai ilmu etika pergaulan, mu'asyarah bil ma'ruf antar suami istri, dan ilmu pendidikan serta pembinaan generasi?
Bagi wanita yang membekali putra-putrinya sejak usia dini dengan dasar agama dan keluhuran budi pekerti, praktis hal ini akan memudahkan tugas dan kewajiban ibu itu sendiri, yakni membantu tugas para pendidik di sekolah, mempermudah pengarahan sang ayah, dan membantu menciptakan masyarakat yang baik. Dapatnya kaum wanita menunaikan kewajiban tersebut, ia dituntut dengan adanya kesiapan dan persiapan berbagai aspek kehidupan, sehingga mampu menjadi seorang feminis menurut konsep Allah dengan keutuhan semua hak-haknya.
Untuk Ikhwan yang Dimabuk Asmara
Assalamualaikum Wr Wb
Akhi, yang kucintai karena Allah SWT
Terdengar 3 hari yang lalu sebuah kabar, bahwa kau mengikat sebuah pertalian dan ikatan cinta kepada seorang akhwat. Sebuah kabar yang kurang menyenangkan, sebenarnya, akhi. Mengapa kau bisa sampai pacaran? Apakah kau lupa bahwa kita pernah sama-sama berikrar untuk menjalankan perintah Allah dan RasulNya? Lupakah engkau, wahai saudaraku, bahwa sebenarnya segala hal yang mendekati zina adalah dosa?
Mungkin kau bilang aku terlalu ikut campur dengan urusanmu, tetapi ini adalah sebagai bukti bahwa aku memperhatikanmu. Aku khawatir, akhi. Semenjak itu, kau selalu berdekatan dengan dia, kau duduk berdua dengan jarak yang sudah tidak dihiraukan. Bahkan kau menyempatkan dan menyediakan waktu khusus untuknya, dan hanya menghabiskan waktu berdua dengannya. Ketika aku melihat isi sms kalian pun, aku sudah semakin tidak tahan lagi untuk mengirim surat ini kepadamu.
Akhi, yang kucintai karena Allah,
Aku juga pernah merasakan jatuh hati, jatuh cinta. Sebuah perasaan yang indah. Walaupun perasaan ini pernah membuatku kurang nyaman, namun aku bersyukur karena ini adalah sebuah nikmat dari Allah kepada kita. Tapi akhi, aku tidak habis pikir, engkau melampiaskan rasa ini dengan sebuah hubungan yang dinamakan pacaran. Mengapa?
Akhi, ketika engkau jatuh cinta, janganlah engkau menyiksa dirimu sendiri dengan perasaan bahwa cintamu akan ditolak dan tidak terbalaskan. Itu bisikan syetan, akhi. Bisikan-bisikan itu juga pernah membuatku takut akan kehilangan akhwat yang kucintai, namun ternyata aku tahu bahwa itu hanya dorongan hawa nafsuku.
Akhi, cinta yang tulus dan ikhlas adalah sebuah cinta yang tidak pernah mengharapkan balasan, namun selalu terdorong untuk memberikan sesuatu yang baik dan bermanfaat. Cinta yang tulus, tidak akan pernah tak terbalas. Cinta yang ikhlas, tak akan pernah berakhir dengan sia-sia, akhi. Apakah engkau yakin mencintai akhwat itu dengan ikhlas dan dilandasi oleh cinta karena Allah?
Pikirkan sekali lagi,akhi. Apakah hal yang kau lakukan ini adalah hal yang baik? Akhi, yakinlah bahwa Allah SWT sudah memberikan yang terbaik untuk kita. Biarlah nanti Allah yang memilihkan jodoh untuk kita. Cobalah bayangkan, akhi, seandainya akhwat yang kau cintai bukan jodohmu, apa yang akan kau perbuat? Aku heran akhi, untuk apa sih engkau melakukan hal seperti ini? Kau pernah menjawab untuk mengetahui sifat dan karakter dari akhwat yang kau cintai, yang kelak akan kau jadikan istri. Memangnya kapan engkau akan melangsungkan akad pernikahan, sementara umurmu baru 17 tahun?
Satu hal yang umum, biasanya orang yang berpacaran, akan berlomba-lomba untuk menampilkan kebaikkan-kebaikan pada dirinya saja, namun ketika sudah menikah dan terlihat keburukan-keburukannya, maka hilanglah cinta yang selama ini tertanam. Aku jadi teringat kepada seorang teman yang berkata, "Bila kau mencintai seseorang karena suatu alasan, maka cintamu akan hilang bersamaan dengan hilangnya alasanmu untuk mencintainya. Namun bila kau mencintai orang tersebut dengan tulus, maka cinta yang kau tanam akan terus bertahan hingga akhir hayatmu, walaupun dia tidak membalas cintamu, karena orang yang mencintai orang dengan tulus adalah orang yang mencintai karena Allah SWT
Sebagai penutup dari suratku ini, akhi, kusampaikan sebuah firman Allah, untukmu. Sebuah janji Allah untuk menjodohkan orang yang baik dengan yang baik, dan yang keji dengan yang keji:
Wanita-wanita yang keji adalah untuk laki-laki yang keji, dan laki-laki yang keji adalah buat wanita-wanita yang keji (pula), dan wanita-wanita yang baik adalah untuk laki-laki yang baik dan laki-laki yang baik adalah untuk wanita-wanita yang baik (pula). Mereka (yang dituduh) itu bersih dari apa yang dituduhkan oleh mereka (yang menuduh itu). Bagi mereka ampunan dan rezki yang mulia (surga). (QS.24:26)
Semoga suratku ini bermanfaat untukmu.
Wassalamualaikum Wr Wb
Kau Tak Sebebas Merpati
Kau Tak Sebebas Merpati
Penulis : Aini Mardiyah
Segala puji padaMu, Ya Rabbi
Atas rahmat hari ini
Terlabuh sudah cinta suci sejati dari hati
Janji telah terucap, akad telah terkhitbah
Tuk bersama jalani hari
Ya Allahu Rabbi, bimbinglah kami dalam menempuh hidup ini
(Terlabuhkan – Seismic)
Bagaimana pun, pernikahan adalah sesuatu yang sakral, sebuah amanah dari Illahi. Dipertemukannya antara laki–laki dan perempuan dalam satu ikatan bukanlah hal yang main–main, melainkan ikatan tersebut harus dijaga kekokohannya hingga Ia kembali memisahkannya di antara keduanya. Ikatan yang harus senantiasa terpelihara atas dasar kecintaan kepada Pencipta, ikatan yang tak sekedar sebagai penghalal hubungan antara keduanya semata, melainkan sebuah usaha untuk lebih mendekatkan diri kepadaNya, Sang Pemilik Cinta. Sebuah ikatan yang terjalin dan diharapkan dapat bernilai ibadah.
Bernilai ibadah berarti segala sesuatu yang dilakukan berada dalam aturan Allah, bernilai ibadah berarti apa–apa yang dihasilkan daripadanya adalah semata–mata hanya untuk Allah, tak ada alasan selain itu. Maka, apa–apa yang dilakukan dan dihasilkan tersebut harus senantiasa terjaga dan terpelihara. Hal ini erat kaitannya sikap–sikap yang dimiliki oleh para pasangan setelah menikah. Menikah berarti masing–masing telah siap untuk lebih menjaga diri, menjaga perasaan pasangannya meski ia telah mengetahui sejauh mana batasannya.
***
Jagalah Istrimu, Jaga Hatinya
Ketika itu, ada sepasang suami–istri yang tengah jalan–jalan sore di sepanjang jalan pertokoan di sebuah kota, sang suami menggandeng tangan sang istri sebagai bentuk penjagaan. Tak lama kemudian, keduanya tak sengaja bertemu teman perempuan si suami, yang diselidiki ternyata mereka sempat dekat dulu. Sang istri tak menampakkan wajah yang buruk di depan teman suaminya tersebut kala itu, dengan ramah sang istri menyalaminya. Melihat sang istri tak menampakkan sebuah respon negatif terhadap pertemuannya dengan "kawan lamanya" itu, sang suami pun tidak risih membuka obrolan ini dan itu.
Selang beberapa waktu, timbulah shock dalam hati sang istri, betapa ia lihat suaminya tadi dengan akrab ngobrol tanpa memikirkan perasaannya, terlebih yang diajak ngobrol adalah "kawan lamanya". Lalu, apa yang dilakukan sang suami? Sang suami hanya menganggap hal itu biasa–biasa saja, tak ada yang istimewa, sebab sikap sang istri tidak berubah kepadanya. Tapi, pernahkah ia memikirkan apa yang dirasakan oleh istrinya? Ya, semoga kita dapat mengambil ibrah dari peristiwa tersebut. Dalam peristiwa lain, ada seorang istri yang kerap kali mendapati suaminya ber–SMS ria dengan sang "kawan lama". Astaghfirullah...
Akhi, bukankah istrimu juga manusia layaknya dirimu? Yang memiliki kecenderungan untuk berbuat salah dan besar kemungkinan untuk berburuk sangka? Maka, jagalah istrimu, jagalah hatinya! Jangan biarkan ia berburuk sangka atas kelalaianmu dalam menjaganya, jangan biarkan ia menempuh dosa.
***
Dan Kau Tak Sebebas Merpati
Menjaga istri berarti menjaga tingkah laku agar tak menyakiti hati si dia. Jadi, jangan sekali–kali menempatkan dirimu pada posisi ketika dirimu sebelum menikah. Hal ini yang kemudian terkadang dilupakan oleh sebagian pasangan muda, mengingat usia masih sangat muda sehingga sah–sah saja.
Bagi mereka yang masih lajang, persiapkanlah dirimu sebaik–baiknya! Mumpung masih lajang, raihlah ilmu sebanyak–banyaknya! Matangkanlah usiamu ketika berani untuk menginjak ke marhalah cinta selanjutnya. Bukannya tidak setuju dengan nikah dini, bagi yang siap silahkan. Hanya ingin menegaskan, bahwa kau tak akan sebebas merpati lagi jika sudah menikah nanti.
Sebelum menikah, ada kebutuhan–kebutuhan dalam rangka meningkatkan kualitas diri yang akan leluasa didapatkan oleh mereka yang masih lajang, hingga seorang guru pun menegaskan ketika sang binaan mengajukan "proposal" kepadanya, bahwa bisa jadi amalan–amalan yang selama ini kita giatkan akan berkurang intensitasnya ketika kita sudah menuju ke sana karena yang menjadi konsentrasinya adalah urusan domestik yang sangat membutuhkan perhatian.
Jika sudah menikah nanti, maka kita tidak akan sebebas merpati. Tak sebebas merpati berarti kudu jaga sikap, jaga perasaan pasangan, dan kudu jaga segalanya, agar bahtera rumah tangga yang kita bangun menjadi keluarga yang sakinah, mawadah, dan rahmah.
Peristiwa Subuh-Raihan
Am Em C Em
Tabuh berbunyi gemparkan alam sunyi
C G C E
Berkumandang suara adzan
Am Em C Em
Mendayu memecah sepi
C G C E
Selang seli sahutan ayam
Am Em C Em
Tetapi insan kalaupun ada hanya
C G C E
Mata yang jelek dipejam lagi
Am Em C Em
Hatinya penuh benci
C G C E
Berdengkurlah kembali
C Em C Em
Begitulah peristiwa di Subuh hari
C G C Em
Suara insan di alam mimpi
Am Em C Em
Ayo bangunlah tunaikan perintah Allah
C G C E
Sujud mengharap keampunanNya
Am Em C Em
Bersyukurlah, bangkitlah segera
C G C E
Moga mendapat keridhoannya
C Em C Em
Begitulah peristiwa di Subuh hari
C G C Em
Setiap pagi, setiap hari
Anugerah yang Indah-Gradasi
C Em F G
C Em F G
C Em F
Anugerah yang terindah yang diberikan-Nya
G C
Kepada s?luruh umat di dunia
Em F
Ada rasa cinta yang memberi arti
G
Kehidupan ini
Bridge:
Am Em
Karenanya ada pengorbanan
F G
?tuk buktikan nilai cinta
Am Em
Tapi mengapa masih ada rasa
F C G
Dendam permusuhan antara kita
Reff:
Dm G
Tiada sempurna cinta manusia
C Am
Hingga dia mampu mencinta
F G C
Sesamanya tanpa ada perbedaan
Dm G
Tiada sempurna cinta manusia
C Am
Tanpa berbagi rasa
F G C
Kasih suci anugerah yang indah
Em F G
C Em F G
Bridge II:
Am Em
Karenanya ada pengorbanan
F G
?tuk buktikan nilai cinta
Am Em
Tapi mengapa masih ada rasa
F C Dm G
Dendam permusuhan antara kita
Back to reff:
Em F G
C Em F G C
We Will Not Go Down (Song for Gaza)- Michael Heart
Intro
Am x4
Am CA blinding flash of white light
G AmLit up the sky over Gaza tonight
Am CPeople running for cover
G AmNot knowing whether they’re dead or alive
Dm AmThey came with their tanks and their planes
Dm AmWith ravaging fiery flames
Dm FAnd nothing remains
C GJust a voice rising up in the smoky haze
F CWe will not go down
Am GIn the night, without a fight
F CYou can burn up our mosques and our homes and our schools
Am GBut our spirit will never dieAm GWe will not go down
AmIn Gaza tonight
Am CWomen and children alikeG AmMurdered and massacred night after night
Am CWhile the so-called leaders of countries afar
G AmDebated on who’s wrong or right
Dm AmBut their powerless words were in vain
C EmYou can still hear that voice through the smoky haze
F CWe will not go down
Am GIn the night, without a fight
F CYou can burn up our mosques and our homes and our schools
Am GBut our spirit will never die
Am GWe will not go down
AmIn Gaza tonight
F CWe will not go down
Am GIn the night, without a fight
F C You can burn up our mosques and our homes and our schools
Am G
But our spirit will never die
F CWe will not go down
Am G
In the night, without a fight
Am G
We will not go down
Am
In Gaza tonight
Ma'an Najah
Jazakallah khairan katsiran

