Salam Dulu baru baca ^_^

Salam Dulu baru baca ^_^

Senin, Oktober 12, 2009

Beruntungnya Qt..

Alangkah beruntungnya kita, disaat sebagian orang kehilangan penglihatannya sejak lahir, dan hanya bisa bermimpi dan berharap jika suatu saat bisa melihat alam semesta yang mempesona dengan segala isinya ini, Allah SWT menganugerahkan kita sepasang bola mata yang sehat dan indah sehingga kita bisa melihat sesuatu dengan jelas dan jernih. Kita reguk semua keindahan alam yang tampak di hadapan dengan sepasang bola mata kita itu.

Alangkah beruntungnya kita, disaat sebagian orang tidak bisa berfikir dengan sehat dan waras karena gila, berperilaku layaknya sebagai seorang manusia normal yang berakal sehat, Allah SWT menganugerahkan kita kecerdasan akal dalam banyak bidang ilmu pengetahuan. Banyak hal bisa kita kaji dan teliti tentang kehidupan dan alam ini berkat akal yang Allah SWT anugerahkan kepada kita. Tak sedikit lahir dari itu ilmuwan-ilmuwan cerdas ternama yang telah memberikan sumbangsihnya bagi banyak penemuan-penemuan baru yang bermanfaat di bidang ilmu dan teknologi serta ulama-ulama handal yang menjadi rujukan umat.

Alangkah beruntungnya kita, disaat sebagian mulut terbungkam tanpa suara karena bisu, ingin berucap sepatah kata tapi tak mampu, Allah SWT menganugerahkan kepada kita sebongkah daging yang bernama lidah, gigi yang putih dan tersusun rapi, namun sayang, terkadang kita tak mampu menjaganya dengan baik dan amanah. Diri kita tak mampu menggunakannya untuk menyejukkan hati orang lain dengan kata-kata kita.

Yang bersedih semakin kita buat sedih. Yang sakit semakin kita buat sakit karena ucapan kita. Diri kita tak tergerak untuk menebarkan salam, saling mendo’akan untuk keselamatan bagi sesama muslim, saling bertanya kabar satu sama lain, dan berbagi ucapan yang dapat menyejukkan setiap hati-hati yang tengah berduka dan nestapa.

Benarkah kita menjadi salah seorang makhluk-Nya yang berakhlak mulia, jika segala kesempurnaan anugerah itu tidak semakin mendekatkan diri kita kepada-Nya? Tidak tumbuh kerinduan untuk mengikuti perilaku Rasul-Nya? Layakkah kita menjadi bagian dari manusia yang terpuji, jika di hati kita hanya ada rasa benci dan sedikitpun tidak pernah terbersit niat dan keinginan menggunakan segala kesempurnaan anugerah itu untuk hal-hal yang Allah SWT cintai dan ridhoi?

Benarkah kita masih termasuk orang yang sungguh-sungguh mencintai-Nya, mengakui mencintai Rasul pilihan-Nya, disaat sebagian orang mampu menangis meski sedang berbuat ketaatan kepada-Nya, jatuh bangun dalam usaha meneladani Rasulullah utusan-Nya, namun kita malah tetap tertawa dengan segala keburukan-keburukan diri kita?

Semoga Allah SWT menurunkan hidayah kepada kita dan melembutkan hati kita semua dengan curahan kasih sayang-Nya.

sumber : marisa husriani's note in FB

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Ma'an Najah

Ma'an Najah

Jazakallah khairan katsiran

Jazakallah khairan katsiran