Salam Dulu baru baca ^_^

Salam Dulu baru baca ^_^

Sabtu, Agustus 15, 2009

TeMaNi Aq

Melangkah...
Namun sendiri,,sungguh ibarat berlayar mengarungi lautan
yg coba mencari dimana ujung laut itu berakhir
TerLunta,,sepi,,tanpa arah

Lalu qt coba masuk ke dalam laut itu
teruus,,hingga ke dasar
sesaat,kita terhentak,,saat melihat makhluk buas di dalam sana
namun sesaat kita terkagum,,saat melihat indahnya terumbu karang
beraneka makhluk laut yg menghuni laut

Namun,,dengan semua keindahan itu
qt tetap saja gelisah
krn tak ada yg tau bahwa saat itu tak ada seorangpun tau
betapa bahagianya qt saat itu
tak ada tempat untuk berbagi cerita
tentang dahsyatnya ciptaan sang Robbi di dalam sana
ya..lagi2 qt sendiri

kita terus berenang2 menikmati sendiri kenikmatan itu..
suatu ketika..ada kerang yg melukai kaki kita
kita menjerit..sekeras2nya
tak satupun ikan2 perduli
bahkan ada hewan yg mencoba menyakiti qt
mereka membiarkan ulah qt

setelah itu qt tinggalkan dasar laut
qt cari permukaan
menghiraukan tujuan qt pd ujung laut tadi
qt mencari daratan..
tempat qt kembali..
pada rumah..
pada lingkungan..
yg tadinya qt sangat jenuh berada disitu
dg segala aktifitasnya..dg segala kekacauannya
yg qt terkadang tdk sadar
bahwa keindahan & kebahagiaan itu sendiri sebenarnya ada
sangat dekat dengan qt..

DiaLah TeMan2 & saHaBat qt
yg reLa menyediakan bahunya utk bersandar
hatinya utk berbagi..waktunya utk dihabiskan bersama
dan mengingat qt dalam do'a" mereka

TEMAN SEJATI Pictures, Images and Photos

by : chebee ^_^

***teruntuk semua saHaBatku,, dimanapun kalian. terima kasih teLah beri warNa dLm hidupku

PeMuDa & DaKwaH

Jika dilihat pada ‘product’ pemuda pemudi kita, sebenarnya boleh dibagikan kepada beberapa kategori.

1. Golongan yang terus iltizam dengan kerja-kerja Dakwah & Tarbiyah.

2. Golongan yang sekadar hadir dalam aktiviti-aktiviti Dakwah & Tarbiyah.

3. Golongan yang tidak lagi ‘bersama kita’

4. Golongan yang melihat dan menilai kita lalu melihat terlalu banyak kelemahan yang ada pada kita lalu membentuk Toifah lain ( sisters/ liberal dsbg.) atau bergabung diri dengan Toifah lain.

Malangnya golongan pertama terlalu sedikit, mungkin segan kalau kita sebutkan tak sampai 10 persen tetapi itulah hakikat yang terpaksa kita terima. Pemuda dan perubahan Sebenarnya penggerak Dakwah diperingkat awal pengutusan Rasulullah SAW kebanyakannya terdiri dari pemuda-pemuda contohnya: Saidina Ali, Mus,ab, Saidina ‘Uthman dan lain-lain.

Dakwah juga cepat diterima dan berkembang di Madinah dan hebat mendapat tentangan di Makkah juga kerana faktor pemudanya. Penduduk Makkah dikuasai oleh golongan tua yang sukar meninggalkan pegangan lama mereka. Manakala Madinah pula mayoritas yang menguasainya adalah pemuda kesan dari peperangan antara Aus dan Khazraj yang berlangsung hampir 200 tahun yang telah mengorbankan para generasi tuanya dan meninggalkan pemuda-pemuda sebagai pewaris mereka.

Abdullah Nasih ‘Ulwan pernah menyebut:

“Di balik keagungan ilmu dan kejayaan Islam, maka kita dapati generasi pemudalah yang dianggap telah memainkan peranan yang begitu hebat, hingga Keagungan Islam tercapai di tangan mereka. Niat mereka sungguh suci. Ketabahan hati mereka amat mengagumkan sekali. Mereka tidak tertipu dengan kemewahan yang mereka peroleh di dunia ini. Mereka terus berusaha, bekerja dan berJihad untuk berdakwah ke jalan Allah, hatta tercapai segala hasrat dan cita-cita mereka yang suci murni itu...”


Dan beliau juga menyebut:

“Usaha dan Jihad pemuda-pemuda merupakan suatu tenaga yang paling berpotensi bagi mengatasi dan memecah sebarang masalah. Usaha ke arah Keagungan dan Kegemilangan akan terkabul di tangan-tangan pemuda-pemuda Islam, bukan di kalangan orang yang hanya berkhayal lagi tidak berpotensi. Sebagaimana kita semua ketahui, bahwa angkatan pemuda adalah merupakan suatu tenaga yang utuh, teguh andainya mereka ini diasuh dan ditarbiyah dengan tarbiyah Islamiah, hingga jiwa-jiwa mereka ini penuh padu keimanan dengan Allah s.w.t. Berteraskan dengan keimanan yang tulin sahajalah kedudukan ummah ini dapat ditingkatkan sampai menjadi suatu ummah yang aman makmur.”

Pemuda dan kemudaannya. Berbalik kepada persoalan asas yang dibincangkan; kenapa begitu sedikit yang dapat terus istiqamah dengan kerja-kerja Dakwah & Tarbiyah. Persoalan ini mungkin terjawab dengan kita mengenali siapakah pemuda dan apakah pengisian yang sepatutnya berlaku pada tempoh umur ini.

Masa muda ialah suatu masa yang cukup bergejolak, agresif, bertenaga, cita- cita yang tinggi, keazaman yang kental dan semangat yang membara. Inilah keadaan pemuda di setiap zaman. Namun yang berbeza mungkin persekitaran yang ada disekitar mereka.

Pemuda-pemuda kita hari ini tidak banyak terikat dengan tanggungjawab, membesar dalam kemewahan dan kesenangan hidup, segala yang dihajati dicapai dengan mudah. Mungkin inilah yang membedakan kita dengan pemuda-pemuda Kahfi, pemuda Madinah dan pemuda awwalun yang lain.

Bila Kesunyian Datang

sepi Pictures, Images and Photos

Mungkin kita pernah merasakan kesunyian melanda sanubari.

Apabila ini terjadi, kita pasti merasa diri kita ini amat hampa, ada yang seakan hilang entah ke mana atau pergi mengembara jauh ke sana.

Hati merasa begitu tersiksa sehingga di malam hari pun kita selalu terjaga. Bila hal itu terjadi tatkala kita merasa tidak seorang pun yang dapat memahami kita, tidak ada tempat untuk berbagi cerita, berbagi duka dan berbagi rasa.

Hidup akan merasa semakin terseksa hingga tidak lagi bermakna.

Bila itu yang kita rasakan, mungkin ada yang selama ini kita lupakan. Bahawa ketika kita seaar dari mimpi dan termangu dalam kesunyian, di saat itu sebenarnya Allah ada bersama kita.

DIA selalu memantau dan menemani kita dengan kasih sayang yang begitu dalam.
DIA akan selalu menemani tidur kita yang sepi dan menjaga diri kita yang lemah ini.

Namun, hal itu hanya akan terjadi bila kita mau meyakini bahwa Allah itu benar adanya dan tentunya nama-Nya sudah terpatri di hati kita.

Dengan kata lain, kita mahu mengimani dan mencintai-Nya dengan sepenuh jiwa.

Pernahkah kita menyadari hal ini? Allah telah memberikan kita begitu banyak nikmat dan anugerah kepada kita maka nikmat Allah yang mana lagi yang kita dustakan?

Allah telah membuat hati yang muram menjadi tenang, yang suram menjadi bercahaya dan yang kerdil menjadi raksasa.

Sepertinya kita tidak boleh larut dalam kesedihan, karena boleh jadi Allah menganugerahkan rasa sepi dalam hati kita untuk menguji betapa kuat cinta kita.

Sehingga dengan sepi itu kita mampu untuk lebih khusyuk untuk mendekati-Nya.

Rasulullah SAW bersabda,
“ Sesungguhnya orang mukmin itu adalah orang yang luar biasa, seluruh perkara dalam hidupnya adalah baik baginya. Ketika mendapat kemudahan ia bersyukur.Itu adalah baik baginya dan apabila ia ditimpa kesulitan maka dia bersabar dan itupun juga adalah baik baginya.”

sumber : iluvislam.com

Jumat, Agustus 14, 2009

jembatan...

color Pictures, Images and Photos

Alkisah ada dua orang kakak beradik yang hidup di sebuah desa. Entah karena apa mereka jatuh ke dalam suatu pertengkaran serius. Dan ini adalah pertama kalinya mereka bertengkar sedemikian hebat. Padahal selama 40 tahun mereka hidup rukun berdampingan, saling meminjamkan peralatan pertanian, dan bahu membahu dalam usaha perdagangan tanpa mengalami hambatan.

Namun kerja sama yang akrab itu kini retak. Dimulai dari kesalahpahaman yang sepele saja. Kemudian berubah menjadi perbedaan pendapat yang besar. Dan akhirnya meledak dalam bentuk caci-maki. Beberapa minggu sudah berlalu, mereka saling berdiam diri tak bertegur-sapa.

Suatu pagi, seseorang mengetuk rumah sang kakak. Di depan pintu berdiri seorang pria membawa kotak perkakas tukang kayu. "Maaf tuan, sebenarnya saya sedang mencari pekerjaan," kata pria itu dengan ramah. "Barangkali tuan berkenan memberikan beberapa pekerjaan untuk saya selesaikan."

"Oh ya!" jawab sang kakak. "Saya punya sebuah pekerjaan untukmu. Kau lihat ladang pertanian di seberang sungai sana. Itu adalah rumah tetanggaku, ..ah sebetulnya ia adalah adikku. Minggu lalu ia mengeruk bendungan dengan buldozer lalu mengalirkan airnya ke tengah padang rumput itu sehingga menjadi sungai yang memisahkan tanah kami. Hmm, barangkali ia melakukan itu untuk mengejekku, tapi aku akan membalasnya lebih setimpal. Di situ ada gundukan kayu. Aku ingin kau membuat pagar setinggi 10 meter untukku sehingga aku tidak perlu lagi melihat rumahnya. Pokoknya, aku ingin melupakannya." Kata tukang kayu, "Saya mengerti. Belikan saya paku dan peralatan. Akan saya kerjakan sesuatu yang bisa membuat tuan merasa senang."

Kemudian sang kakak pergi ke kota untuk berbelanja berbagai kebutuhan dan menyiapkannya untuk si tukang kayu. Setelah itu ia meninggalkan tukang kayu bekerja sendirian.

Sepanjang hari tukang kayu bekerja keras, mengukur, menggergaji dan memaku. Di sore hari, ketika sang kakak petani itu kembali, tukang kayu itu baru saja menyelesaikan pekerjaannya.

Betapa terbelalaknya ia begitu melihat hasil pekerjaan tukang kayu itu. Sama sekali tidak ada pagar kayu sebagaimana yang dimintanya. Namun, yang ada adalah jembatan melintasi sungai yang menghubungkan ladang pertaniannya dengan ladang pertanian adiknya. Jembatan itu begitu indah dengan undak-undakan yang tertata rapi. Dari seberang sana, terlihat sang adik bergegas berjalan menaiki jembatan itu dengan kedua tangannya terbuka lebar.

"Kakakku, kau sungguh baik hati mau membuatkan jembatan ini. Padahal sikap dan ucapanku telah menyakiti hatimu. Maafkan aku." kata sang adik pada kakaknya.

Dua bersaudara itu pun bertemu di tengah-tengah jembatan, saling berjabat tangan dan berpelukan. Melihat itu, tukang kayu pun membenahi perkakasnya dan bersiap-siap untuk pergi. "Hai, jangan pergi dulu. Tinggallah beberapa hari lagi. Kami mempunyai banyak pekerjaan untukmu," pinta sang kakak.

"Sesungguhnya saya ingin sekali tinggal di sini," kata tukang kayu, "tapi masih banyak jembatan lain yang harus saya selesaikan."

semoga menjadi renungan dan hikmah untuk menyambut Ramadhan ini sahabatku

sumber : persahabatan PBH (putri bintaro hijau)

BercerMin DiRi

muslimah Pictures, Images and Photos

Tatkala kudatangi sebuah cermin
Tampak sesosok yang sangat lama kukenal dan sangat sering kulihat
Namun aneh , sesungguhnya aku belum mengenal siapa yang kulihat

Tatkala kutatap wajah , hatiku bertanya . Apakah wajah ini yang kelak akan
bercahaya bersinar indah di surga sana ?
Ataukah wajah ini yang kelak akan hangus legam di neraka Jahannam

Tatkala kutatap mata, nanar hatiku bertanya
Mata inikah yang akan menatap penuh kelezatan dan kerinduan….
Menatap Allah , menatap Rasulullah , menatap kekasih-kekasih Allah kelak ?
Ataukah mata ini yang terbeliak , melotot , menganga , terburai menatap
Neraka Jahannam………..

Akankah mata penuh maksiat ini akan menyelamatkan ?
Wahai mata , apa gerangan yang kau tatap selama ini ?

Tatkala kutatap mulut , apakah mulut ini yang kelak akan mendesah penuh
kerinduan .. Mengucap laa ilaaha ilallah saat malaikat maut datang
menjemput ?

Ataukah menjadi mulut menganga dengan lidah menjulur , dengan lengking
jeritan pilu yang akan mencopot sendi-sendi setiap pendengar.

Ataukah mulut ini menjadi pemakan buah zaqum jahannam ..yang getir
penghangus , penghancur setiap usus.
Apakah gerangan yang engkau ucapkan wahai mulut yang malang ?
Berapa banyak dusta yang engkau ucapkan ?

Berapa banyak hati-hati yang remuk dengan pisau kata-katamu yang
mengiris tajam
Berapa banyak kata-kata manis semanis madu yang palsu
yang engkau ucapkan untuk menipu ?
Betapa jarang engkau jujur.
Betapa langkanya engkau syahdu memohon agar Tuhan mengampunimu.

Tatkala kutatap tubuhku.
Apakah tubuh ini kelak yang akan penuh cahaya …
Bersinar , bersukacita , bercengkrama di surga ?
Atau tubuh ini yang akan tercabik-cabik hancur , mendidih , di dalam lahar
membara jahannam , terpasung tanpa ampun , derita yang tak pernah berakhir
Wahai tubuh , berapa banyak maksiat yang engkau lakukan ?
Berapa banyak orang-orang yang engkau zalimi dengan tubuhmu ?
Berapa banyak hamba-hamba Allah yang lemah yang engkau
tindas dengan kekuatanmu ?
Berapa banyak perindu pertolongan yang engkau acuhkan tanpa peduli
padahal engkau mampu ?
Berapa banyak hak-hak yang engkau rampas ?


Ketika kutatap hai tubuh
Seperti apa gerangan isi hatimu
Apakah isi hatimu sebagus kata-katamu
Atau sekotor daki-daki yang melekat di tubuhmu
Apakah hatimu segagah ototmu
Atau selemah daun-daun yang mudah rontok
Ataukah hatimu seindah penampilanmu
Ataukah sebusuk kotoran-kotoranmu

Betapa beda ..betapa beda …apa yang tampak di cermin
dengan apa yang tersembunyi
Betapa beda apa yang tampak di cermin dan apa yang tersembunyi
Aku telah tertipu , aku tertipu oleh topeng
Betapa yang kulihat selama ini hanyalah topeng, hanyalah topeng belaka
Betapa pujian yang terhambur hanyalah memuji topeng
Betapa yang indah ternyata hanyalah topeng..
Sedangkan aku … hanyalah seonggok sampah busuk yang terbungkus
Aku tertipu , aku malu ya Allah
Allah ..selamatkan aku..Amin ya Rabbal ‘alamin

Abdullah Gymnastiar

Kamis, Agustus 13, 2009

Goresan




Terkadang kita terdiam
pun suatu saat kita hendak berjalan..berlari..melangkah walau tertatih
kita cari sumber bahagia pada diri
pada setiap jiwa yg kita kenal
pada setiap makhluk Tuhan
padahaL BaHagia yang sebenarnya ada di dekat kita
seLalu bersama kita

Terkadang kita tidak sadar
bahkan mungkin terLaLu sombong mengakuinya
Bahwa Nikmat yang telah Allah beri JAUH lebih banyak dari apa yg kita pinta

Nikmat terbesar adalah kita tau bahwa KiTa puNya SAUDARA
yang mau berbagi dg qt
mau mengerti qt
berbagi keluh kesah pd qt
memberi dukungan yg membuat qt percaya
bahwa sesungguhnya kita ada untuk MeReKa
bukan untuk sendiri tanpa arah
tapi untuk bersama menjaLin kisah
dg satu HaRaP
HaNya RIDHONYA

terima kasih semua
yang tLah beri senYum tuLusmu pada diri ini
yang tLah berbagi akan indahya HiDaYaHNya
yang tLah menYadarkan dhoifny jiwa ini
yang tLah ajarkanku arti keHiduPan
yang tLah ingatkanku akan dahsyatnya SyuRga
yang tLah beri warna dalam hariku
yang tLah rela meluangkan waktu kalian untukku
yang tLah memprioritaskanku dalam daftar do'amu ^_^

i'm notHing withouT aLL of YoU
HoPe Allah always give me chance to spend My Time make soMetHing Better
My LiFe so colourfuLL coz u
save Me in uR heArt n ur Mind,,FriEnd!!

Thank You ALLAH...

by : cHeBee..

BeLaJaR ILmu IkhLas

hidayah 3 Pictures, Images and Photos

"Mari ku ajarkan padamu tentang ikhlas," kata seorang guru kepada muridnya.
"Nanti saya ambilkan buku dan pena untuk menulisnya."
"Tidak sulit, bawa saja karung goni."
"Karung goni?" soal anak muridnya, seperti tidak percaya.
"Mari kita ke pasar!"

Dalam perjalanan ke pasar mereka berdua melalui jalan yang berbatu-batu.
"Ambil batu-batu yang besar dan masukkan ke dalam goni yang kamu bawa itu," kata guru itu memberi arahan.
Tanpa bicaral, anak muridnya memasukkan batu-batu besar yang mereka temui sepanjang jalan.
"Cukup?"
"Belum, isi sampai penuh karung goni itu. Lebih banyak lebih baik."

Sampai di pasar, mereka berdua tidak membeli apa-apa pun. Gurunya hanya melihat-lihat dan kemudiannya melanjutkan perjalannya.

"Guru, kita tidak beli apa-apa kah?"
"Tidak. Bukankah karung goni mu telah penuh?"
"Ya, ya..." kata murid itu sambil memikul goni yang berat itu kelelahan.
"Banyak beli barang," tegur seorang kenalan apabila melihat anak murid itu memikul guni yang berisi penuh dengan batu-batu.
"Wah, tentu mereka berdua ini orang kaya. Banyak sekali barang yang mereka beli," bisik orang lalu-lalang apabila melihat guru dan anak murid tersebut.
"Agaknya, mereka hendak buat hajatan dengan barang-barang yang banyak itu," kata orang yang lain.

Setelah sampai di tempat tinggal mereka, murid tadi meletakkan guni yang berisi batu-batu tadi.
"Oh,sungguh letih... apa yang kita akan buat dengan batu-batu ini Guru?"
"Tidak buat apa-apa."

"Eh, kalau begitu hanya letih saja saya," balas anak murid.
"Letih memang letih, tapi kamu dah belajar tentang ikhlas..."
"Bagaimana?" tanya anak murid itu kehairanan.
"Kamu dah belajar apa akibatnya tidak ikhlas dalam beramal."

"Dengan memikul batu-batu ini?"
"Ya. Batu-batu itu umpama amalan yang riya'. Tidak ikhlas. Orang memujinya seperti orang-orang di pasar tadi memuji banyaknya barang yang kamu beli. Tapi, kamu sendiri tahu itu bukan barang makanan atau keperluan tetapi hanya batu-batu..."

"Amal yang tidak ikhlas umpama batu-batu ini?"
"Ya, hanya beratnya saja yang terpaksa ditanggung. Dipuji orang, tetapi tidak ada nilainya di sisi Allah. Yang kamu dapat, hanya penat..."
"Ya, sekarang saya sudah faham apa akibat jika beramal tetapi tidak ikhlas!" ujar murid itu.
Sekarang dia sudah faham apa akibatnya RIYA' dalam beramal.

Pelajaran:

Banyak manusia tertipu dalam beramal kerana mengharapkan pujian orang. Padahal kata pujian daripada orang-orang itu tidak akan memberi manfaat pun kepadanya pada hari akhirat. Malah, mengharap pujian dari manusia hanya akan menyebabkan diri tersiksa karena terpaksa hidup dalam keadaan yang mencari perhatian orang lain. Rugi sekali orang yang tidak ikhlas, tersiksa di dunia, tersiksa di akhirat.

sumber : iluvislam.com

Ma'an Najah

Ma'an Najah

Jazakallah khairan katsiran

Jazakallah khairan katsiran